Uji Coba Kereta Shinkansen Terbaru Jepang dengan Kecepatan 590km/jam

jp.fotolia

Tahukah Anda bahwa kereta peluru Jepang (Shinkansen) kerap melakukan uji coba sebelum mulai beroperasi penuh? Biasanya, dibutuhkan banyak waktu untuk mengembangkan kereta peluru dan ada banyak demonstrasi yang mencakup pemeriksaan kualitas, tes kecepatan, dan berbagai hal lainnya. Bagaimana jika seseorang memberi Anda kesempatan untuk berpartisipasi dalam uji coba maglev Shinkansen dan menikmati perjalanan sebelum orang lain mencobanya?

Kereta Shinkansen sendiri sudah super cepat, bayangkan sebuah kereta yang mengambang diatas rel dan bisa dengan mudah mencapai kecepatan 500 km / jam! Itu berarti dengan teknologi ini, Anda bisa sampai ke tempat tujuan Anda dengan sangat cepat, lebih dari setengah kecepatan pesawat penumpang. Pesawat penumpang biasanya memiliki batas kecepatan sebesar 500 knot, yaitu sekitar 926 km / jam.

Kereta Maglev bukanlah hal baru dan mereka bisa mencapai kecepatan yang sangat tinggi karena levitasi di atas tanah. Salah satu kereta maglev yang terkenal adalah Transrapid Shanghai di Cina yang melayang hingga 1 cm di atas tanah dan bisa mencapai kecepatan 430 km / jam. Meskipun Jepang mengalami kesulitan untuk mengalahkan rekor tersebut dengan kereta maglev baru mereka pada waktunya untuk Olimpiade 2020, kereta tersebut tidak akan dirilis ke publik sampai 2027.

Pengujian dan demonstrasi untuk Shinkansen baru ini telah berlangsung cukup lama. Satu tes benar-benar menunjukkan bahwa hal itu bisa melampaui harapan semua orang untuk menjadi kereta maglev paling maju di dunia, dengan mencapai kecepatan yang tak terbayangkan 590 km / jam. Namun, itu hanya rekor, dan kecepatannya bisa dikurangi setelah mulai beroperasi penuh.

Keuntungan paling jelas dari keretaShinkansen baru adalah kecepatan tertinggi, bagaimanapun, ada keuntungan lain juga. Sebagai contoh, teknologi levitasi magnet superkonduktor yang digunakannya jarang terjadi dan memungkinkan objek bergerak lebih cepat. Pimpinan di kementerian transportasi Jepang mengatakan bahwa shinkansen maglev baru yang akan beroperasi antara Tokyo dan Nagoya pada tahap awalnya bisa melayang hingga 10 cm.

Shinkansen terbaru ini lebih dari sekedar Transrapid Shanghai, dan salah satu keuntungan utama akibatnya adalah keselamatan penumpang selama gempa bumi. Seperti yang mungkin sudah Anda ketahui, getaran kecil cukup sering terjadi di Jepang, dan batas levitasi yang lebih tinggi dapat mencegah kecelakaan berbahaya. Tentu saja, ada beberapa kelemahan kecil juga. Misalnya, kereta dengan kecepatan yang lebih tinggi akan membutuhkan trek dan terowongan yang lebih lama yang membutuhkan lebih banyak waktu dan uang untuk dibuat.

jp.fotolia

Kereta api, yang konon diberi nama "Chuo Shinkansen," akan beroperasi di bawah JR Central (JR Tokai), sebuah perusahaan kereta api utama di Jepang Tengah. Ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027, namun, mungkin ada beberapa perubahan. Sedangkan untuk uji coba kereta api, JR Central saat ini menerima aplikasi dari mereka yang tertarik untuk berpartisipasi. Anda dapat mengajukan permohonan sampai tanggal 16 Februari 2018, untuk kemungkinan delapan uji coba yang dijadwalkan pada minggu terakhir bulan Maret dan minggu pertama bulan April 2018. Pada setiap hari persidangan, enam kereta api akan mencapai jalur uji yang secara khusus diletakkan dari Pusat Penelitian Yamanashi antara pukul 10.15 pagi dan 16:15.

Karena ada permintaan yang sangat besar, disarankan segera memesan dengan memilih tiga slot waktu yang berbeda sesuai keinginan Anda, namun keputusan akhir terserah kepada perusahaan. Biaya bervariasi tergantung pada jumlah orang dalam sebuah kelompok, dan jumlahnya berkisar 4.320 yen untuk dua kursi menjadi 8.640 yen untuk empat kursi.

Perjalanan kereta khusus ini hanya untuk tujuan pemasaran dan pengujian sehingga beberapa fasilitas kereta api belum beroperasi sepenuhnya. Juga, bersiaplah untuk difoto atau direkam dalam perjalanan sebagai bagian dari promosi media. Pastikan untuk memeriksa persyaratan sebelum melamar sebuah slot, dan ikuti update / pengumuman mengenai kejadian tersebut jika terjadi penundaan atau kesulitan.






(ADP)