Minim Regenerasi, Sekolah di Jepang akan Mungkin Kekurangan Murid

factrange

Kita tahu Jepang memang negara yang sangat maju dalam hal teknologi dan sangat bangga akan budaya mereka. namun disisi lain, negara itu merupakan salah satu negara dengan tingkat regenerasi yang cukup minim. Di mana populasi anak-anak di negara tersebut terus merosot sebagaimana banyak orang dewasa yang memutuskan untuk tidak menikah, atau menikah tapi tidak memilih untuk memambah keturunan. Sebuah studi baru menunjukkan jumlah sekolah dasar dan sekolah dasar negeri di Jepang dapat jatuh ke sepertiga dari jumlah saat ini pada tahun 2050, karena populasi yang menurun. Proyeksi itu dibuat oleh Profesor Yuji Nemoto dari Toyo University, yang mempelajari masa depan fasilitas umum.

Pedoman pemerintah Jepang menetapkan bahwa sekolah harus dikonsolidasikan untuk mempertahankan jumlah siswa yang berkesinambungan. Nemoto menjalankan simulasi untuk melihat berapa banyak sekolah umum yang akan bertahan sekitar tahun 2050 jika proses ini berlanjut. Dia menemukan bahwa jumlah sekolah dasar akan turun menjadi sekitar 6.500 dari sekitar 19.800 pada tahun 2016. Dia memperkirakan jumlah murid SMP yang sama, turun menjadi sekitar 3.100 dari 9.500 pada tahun 2016.

Di prefektur paling jarang penduduknya di Jepang, seperti Shimane, dia memperkirakan jumlah sekolah dasar akan turun sampai sepersepuluh dari yang ada saat ini. meski Ibu kota Jepang, Tokyo, saat ini tengah mengalami pertumbuhan pada populasi anak-anak. Namun Nemoto memproyeksikan bahwa jumlah sekolah dasar negeri di ibu kota akan menyusut sekitar setengahnya.

Nemoto mengatakan bahwa konsolidasi sekolah umum diperlukan karena populasi Jepang menurun. Dia mengatakan bahwa sekolah dapat terus berfungsi sebagai pusat komunitas mereka jika dibangun di samping fasilitas umum lainnya untuk semua umur, seperti perpustakaan, tempat penitipan anak dan fasilitas keperawatan. Nemoto mengatakan masa depan sekolah adalah masalah yang akan mempengaruhi semua orang di Jepang.





(ADP)