Buah Pisang dari Perkebunan di Jepang ini Bisa Dimakan Kulitnya

Fine Dining Lovers

Tidak sedikit dari orang yang menolak untuk mengkonsumsi buah-buahan, padahal banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan untuk tubuh kita dari buah, termasuk vitamin, antioksidan, dsb. salah satu buah yang memiliki banyak manfaat baik adalah pisang, yang kaya akan vitamin dan juga mineral. Buah yang satu ini juga sering dijadikan sumber kalori instan bagi mereka yang tidak memiliki banyak waktu, dengan hanya mengupas kulitnya dan langsung dimakan. Namun, pernahkah Anda membayakngkan jika buah yang kulitnya sering dijadikan lelucon di berbagai cerita di film kartun itu bisa langsung dimakan tanpa harus dikupas terlebih dahulu? Memangnya bisa?

Sebagian besar buah pisang dunia ditanam pada suhu tropis yang secara konsisten berkisar sekitar 27°C, namun Perkebunan D & T di Jepang selatan menanam pohon pisang mereka pada suhu dingin -60° C. Kemudian, petani menanam kembali pohon di lingkungan baru dengan suhu normal untuk tanaman pisang yakni 27°C. Hasil dari suhu yang sangat berbeda cukup untuk mendorong tanaman tersebut tersentak ke dalam keadaan pertumbuhan yang cepat, menghasilkan pisang dengan kulit yang tidak sepenuhnya matang, membuatnya menjadi kurus, lembut, dan cukup manis untuk dimakan bersamaan dengan isinya.

pinterest

Metode produksi yang unik ini disebut "pembekuan embun beku," dan menghasilkan pisang dengan kulit yang mudah dimakan-bahkan lezat. Buah yang disebut pisang Mongee-sekarang tersedia dalam kemasan 10-pisang yang sangat kecil yang dijual setiap minggu di gerai ritel regional Jepang yang disebut Tenmanya Okayama. Buahnya dijual dengan harga $ 6 per pisang. Kebutuhan pisang sangat terbatas, namun perusahaan ini tertarik untuk mengembangkannya, sebagaimana perusahaan tersebut baru-baru ini membuka lowongan pekerjaan untuk petani pisang.

Seperti di banyak negara, pisang adalah buah yang paling populer di Jepang. Dan seperti kebanyakan negara lain, Jepang mengimpor sebagian besar pisang yang dikonsumsinya-tepatnya 99%. Pisang Mongee bisa menjadi cara untuk membantu pertumbuhan pasar domestik 1%. Peternakan D & T, yang berbasis di prefektur Okayama selatan, membanggakan di situsnya bahwa ia menanam pisang tanpa pestisida dan bahwa kulit yang dapat dimakan memberikan nutrisi tambahan (beberapa yang baik, beberapa buruk), termasuk triptofan, vitamin B6, magnesium, seng, dan banyak lagi termasuk gula.

Menurut media Jepang, pisang Mongee memiliki 24,8 gram gula, jauh lebih banyak daripada rata-rata pisang pada umumnya. Mereka yang telah mencobanya mengatakan bahwa buah tersebut memiliki rasa yang sangat tropis, dengan aroma mengingatkan pada buah nanas.









(ADP)