Robot Cantik ‘Erica’ akan Jadi Pembaca Berita di TV Jepang

Technocracy News

Erica, sebuah android (robot) yang hidup dirancang sedemikian rupa untuk terlihat seperti wanita berusia 23 tahun, mungkin akan menjadi pembawa berita TV di Jepan. Menurut penciptanya, Hiroshi Ishiguro, direktur Laboratorium Robotika Cerdas di Universitas Osaka, robot cantik itu akan segera menggantikan pembaca berita manusia di gelombang udara setelah bulan April.

Robot cantik ini mungkin sangat cocok dengan pekerjaan meja, seperti penyiar berita televisi misalnya. Erica mampu dengan mudah membaca tulisan skrip sambil duduk manis di kursi lengkap dengan meja, menjadikannya pembaca berita TV berkualitas seperti kebanyakan manusia. Menurut sang pencipta dari Erica sejak diperkenalkan pertamakali tahun 2015, awalnya robot cantik tersebut dirancang untuk berinteraksi dengan manusia sebagai resepsionis.

Apa yang mungkin membuat Erica berbeda dengan robot atau kecerdasan buatan lainnya adalah karismanya, seperti yang dikatakan oleh Ishiguro. Erica mampu melakukan percakapan dengan manusia, berkat kombinasi algoritma ucapan, teknologi pengenalan wajah dan sensor inframerah yang memungkinkannya untuk melacak wajah di seberang ruangan. Sementara dia belum bisa menggerakkan lengannya, Erica dapat menggerakkan raut wajah, leher, bahu dan pinggangnya secara mandiri, yang memungkinkannya merespons ucapan manusia dengan otonomi luar biasa, layaknya manusia pada umumnya. Erica telah digambarkan oleh penciptanya sebagai makhluk hidup sehingga dia bisa "memiliki jiwa."

Orang lain mungkin menyebutnya luar biasa. Tapi Erica bukanlah robot manusiawi pertama yang sangat hebat untuk menampung khalayak manusia secara massal. Pada bulan Oktober 2017, sebuah robot bernama Sophia diberi kewarganegaraan ke Arab Saudi setelah mengesankan wartawan dengan jawaban untuk pertanyaan wawancara sederhana di sebuah konferensi teknologi di Riyadh. Ketika ditanya tentang uncanny valley - sebuah efek psikologis yang mengaktifkan ketika entitas manusia tiruan terlihat sangat asing dan asing pada saat bersamaan - Sophia kurang bersimpati. "Apa aku benar-benar menyeramkan?" Sophia bertanya pada penonton. "Baiklah, saya bisa mengatasinya."

Apakah Erica lebih bijaksana di atas panggung atau di televisi nantinya dibandingkan rekan robotnya dari Arab Saudi, itu masih harus dilihat dan dibuktikan.





(ADP)