Kamishibai, Ternyata Ini Cikal-Bakal Anime atau Manga di Jepang dan Cara Mendongeng Tradisional-nya



Kamishibai atau “teater kertas” muncul sebagai sebuah praktik Buddhist di Jepang pada tahun 1920-an. Kamishibai sendiri digunakan untuk menyebarkan ajaran Buddhist pada waktu itu, dan tentunya disertai dengan pesan moral. Tapi akhirnya berkembang menjadi sebuah cerita dongeng yang menceritakan tentang kehidupan.

Ini merupakan seni bercerita menggunakan gambar di Jepang. Kamishibai sendiri berasal dari dua kata, yaitu “kami” – kertas, dan “shibai” – yang dimainkan di teater. Secara harafiah, bisa diartikan sebagai kertas drama. Pencerita berkisah melalui kertas demi kertas Kamishibai adalah teknik bertutur atau mendongeng tradisional Jepang yang ada sejak abad ke – 12.



Para pendongeng yang menggunakan kamishibai sebagai alat peraganya, biasanya menggunakan sepeda dan berkeliling dengan panggung kayu kecil di bagian belakang yang sudah diikat pada sepedanya. Selain itu pendongeng juga sambil berjualan permen dan mereka akan berkeliling, dari kota ke kota.

Bagi anak-anak yang membeli permen, boleh mendengarkan cerita di barisan depan. Lalu pendongeng akan mulai bertutur sambil memasukkan dan menarik papan berisi gambar ke kotak kayu secara bergantian. Cerita yang disampaikan juga bermacam-macam tergantung imajinasi si pendongeng. Biasanya si pendongeng tidak akan menyelesaikan ceritanya di hari itu juga, agar nanti dia bisa datang lagi keesokkan harinya untuk membeli permen dan mendengarkan kisah selanjutnya.



Diduga, budaya ini populer karena terjadi depresi global, sehingga banyak sekali pengangguran. Tapi dengan bisnis ini, justru membantu masyarakat dalam krisis keuangannya pada tahun 1930-an. Lalu sekitar tahun 1950-an budaya kamishibai ini sendiri hampir punah karena masuknya televisi pada saat itu. Kamishibai pun hanya ada di sekolah atau pun perpustakaan, biasanya di jaman sekarang ini kamishibai digunakan untuk anak-anak di sekolah, bukan untuk ditonton secara luas. Tapi lama kelamaan, kamishibai juga menjadi cikal-bakal manga serta anime.

Kini kamishibai menjadi sebuah bentuk seni jalanan. Bahkan menjalar hingga Amerika dan Eropa. Kamishibai juga dibuat dalam format komputer atau versi digitalnya.

Wah ternyata dari alat sederhana itulah manga atau anime bisa tercipta dan menjadi bacaan atau tontonan favorit banyak orang.


Source : tensai-indonesia.com, jpninfo.com

(Fa)