Distrik Harajuku Kini Sudah Tidak ‘Fashionable’ Seperti Dulu Lagi??

Jika membahas tentang street fashion khususnya di wilayah Asia, Distrik Harajuku di Shibuya Tokyo Jepang mungkin satu yang ada di pikiran banyak orang. Harajuku dikenal secara internasional sebagai pusat budaya anak muda Jepang dan fashion, di mana di distrik tersebut merupakan tempat berkumpulnya butik-butik dan para pelaku street fashion yang terkenal akan gaya pakaian yang ‘nyentrik’ namun memiliki nilai fashion yang juga tinggi, mulai dari yang independent hingga yang di cap sebagai merek ‘high end’. Namun, predikat ‘distrik fashion’ yang didapatkan oleh Harajuku sejak lama tersebut apakah masih dapat dirasakan kini?


Salah satu majalah street fashion ternama Jepang bernama ‘FRUiTS’, dikabarkan akan segera menutup bisnis mereka setelah berkecimpung di bidang tersebut selama 20 tahun. Dan alasan untuk itu mungkin sangat mengejutkan bagi beberapa orang yang tidak mengetahui keadaan jalan-jalan yang biasanya dipenuhi oleh pegiat street fashion di sana: kurangnya materi.

Dalam sebuah wawancara dengan website fashion Jepang, penggagas, editor, sekaligus fotografer Shoichi Aoki mengatakan bahwa alasan utama majalahnya harus ditutup setelah 20 tahun dan 233 edisi adalah “tidak ada lagi anak-anak muda fashionable untuk difoto atau diambil gambarnya”. Aoki menambahkan, selama bertahun-tahun ia telah melihat tren menurun dari anak-anak berpenampilan keren yang memenuhi standar majalahnya, dan tren tersebut semakin intensif terjadi pada tahun 2016 lalu.

Perusahaan penerbitan Aoki akan terus mempublikasikan judul ‘STREET’ yang tersisa milik mereka, tetapi untuk judul lain seperti ‘TUNE’ saat ini tengah memasuki masa hiatus. Tren ini sinkron dengan bukti berdasarkan pengalaman yang telah didengar dan dilihat tentang munculnya brand ‘Uniqlo’ dan bagaimana anak-anak tidak lagi menghabiskan uang untuk fashion khususnya street fashion, yang mana majalah Aoki berkecimpung di dalamnya.

FRUiTS sering dijagokan sebagai salah satu majalah dengan hasil-hasil street photography yang nyata, sebagai lawan untuk majalah dengan foto-foto model yang mencoba menirukan ‘street style’ yang sengaja dikonsep . dengan keputusan yang diambil oleh Aoki tersebut, FRUiTS akan dirindukan para penggemarnya. Dan dengan tutupnya FRUiTS dari bisnis, apakah ini pertanda akhir bagi street fashion di jalan-jalan Jepang seperti di distrik Harajuku?






foto: spoon-tamago

(ADP)