4 Ciri Narsisme Di Media Sosial

Apakah kamu orang yang narsis di media sosial? Era media sosial memang wajar jika menghasilkan orang-orang yang narsis, karena media sosial memang merupakan wadah untuk memperlihatkan beberapa bagian dari diri kita, dari hidup kita sehari-hari. Tapi nggak semua pengguna media sosial itu narsis. Apa ciri-ciri mereka yang narsis di media sosial? Simak beberapa tanda berikut:

Terlalu banyak sharing

Beberapa studi membuktikan kalau Facebook dan Twitter berisi lebih banyak orang narsis bahkan daripada Instagram. Karena yang menjadi ciri orang narsis itu bukan fotonya, tapi apapun yang dia bagikan ke laman media sosialnya. Orang yang narsis akan membagikan banyak sekali hal dalam satu hari. Dari konten politis, agamis, gossip selebriti, dan berita apapun. Alasannya gampang: supaya dia muncul di newsfeed teman-temannya.

Hidup Itu Indah

Orang narsis punya dorongan untuk memberi tahu semua orang tentang segala hal kecil yang mereka lakukan. Mereka ingin menggambarkan hidup mereka sebagai hidup yang hebat. Dalam porsi yang pas, hal ini wajar wajar saja dilakukan semua orang. Tapi orang narsis akan rela mengarang cerita fiksi demi menggambarkan betapa indahnya hidup mereka, atau cerita bohong untuk mendatangkan simpati orang. Berbohong ini kelihatannya tidak berbahaya, hanya kebohongan kecil di media sosial, kan? Tapi sebenarnya bisa membuat si pembohong ketagihan.

Spesialis Selfie


Sumber Foto: virginradiodubai

Orang yang kamu tau selalu melakukan selfie adalah mereka yang paling ingin dikagumi. Hal ini mudah untuk dideteksi karena mereka yang paling sering gonta-ganti profile picture dan sering sekali mengunggah foto diri lah yang merupakan spesialis selfie.

Perang Media Sosial


Sumber Foto: yournewswire

Orang narsis ingin jadi pusat perhatian selamanya. Ini membuat mereka sering konflik dengan orang lain. Misalnya, mereka sengaja membuat opini yang kontroversial di percakapan-percakapan sosial media, agar orang-orang tercengang dan memperhatikannya. Mereka tidak segan melayani “perang medsos” atau ‘siap dibully’, ‘siap diserang’ selama orang mengingat namanya dan terus berinteraksi dengannya.

Kalau kamu punya lebih dari satu sifat dari ciri-ciri yang disebut di atas, segera batasi penggunaan sosial media mu dan introspeksilah apakah media sosial membuatmu semakin narsis? (AOZ)