5 Tanda Kamu Bekerja di Kantor Beracun

Racun yang kita bicarakan dalam artikel ini bukanlah zat kimia namun orang-orang yang punya masalah dengan kepribadian mereka dan menyebabkan orang merasa tidak betah bekerja di sana. Seberapa berpengaruh orang-orang menyebalkan ini dalam membuat atmosfir kantor menjadi beracun?

Marsha Petrie Sue, seorang ahli dalam bidang personalia mengungkapkan kalau atmosfir dunia kerja yang beracun punya konsekuensi pada kesehatanmu: jerawat, kecemasan berlebih, insomnia, tekanan darah tinggi, dan itu baru beberapa.

Hampir semua orang akan setuju kalau kita bilang setiap perusahaan punya setidaknya satu orang beracun yang meracuni suasana di kantor. Ketika orang itu cuti, hari begitu indah – semua orang berjalan dengan langkah ringan dan senyum merekah. Inilah beberapa tanda kalau kamu bekerja di kantor beracun.

1. Kurangnya kesetaraan.

Karyawan yang berbakat atau yang performanya bagus merasa leluasa untuk mengucilkan dan mengintimidasi yang lain. Dia berbicara dengan nada memerintah, mengkritik orang-orang lain tanpa memberikan solusi, dan si bos seolah buta akan hal ini karena karyawan ini berguna untuk perusahaannya.

2. Geng negatif berkuasa.


Sumber Foto: emaze

Sekumpulan karyawan yang bertingkah laku seperti para remaja kantor – mereka selalu menemukan sesuatu untuk dijadikan bahan makian, mereka tidak suka pada karyawan yang semangat bekerja, dan selalu menghasut orang baru agar bertingkah laku seperti mereka.

3. Kejahatan menang dari kebaikan.


Sumber Foto: readers digest

Kamu bisa merasakan aura kejahatan dari rekan-rekan kerjamu. Mereka tidak akan menyakitimu secara fisik, tapi mereka melakukan kerusakan besar dengan menyabotase apapun yang berusaha kamu raih. Kamu akan tercengang dengan seberapa jauh usaha mereka untuk menghalangimu mencapai kesuksesan. Kamu jadi menghabiskan waktu untuk melindungi dirimu dengan mengkopi email, memprint bukti pembicaraan, dan sebagainya hanya untuk berjaga-jaga.

4. Manajer pilih kasih.

Kalau kamu bisa melihat jelas manajermu punya “anak emas” yang dapat hari libur lebih, kompensasi lebih besar, perjalanan bisnis yang lebih sering, dan tentunya adalah satu-satunya yang dibanjiri pujian, hal ini membuat kantor itu beracun karena perlakuan seperti ini akan melahirkan iri dengki dan merusak kinerja perusahaan.

5. Salah satu dari para pemimpin terkenal punya kelakuan buruk.

Dia benar-benar tidak bertingkah laku selayaknya pemimpin. Tidak dapat dipercaya, suka menusuk rekan kerjanya dari belakang, dan suka menjelekkan rekan kerja yang lain. Tapi, dia adalah salah satu orang dengan jabatan penting di kantor itu. Bagaimana mungkin orang dengan kelakuan buruk dipilih jadi pemimpin suatu divisi? Ya karena bosmu tidak peduli dengan moral dan etika. (AOZ)