Sisi Bunuh Diri di Jepang yang Banyak Orang Tidak Ketahui

Image Source: Memecomicindonesia

Kasus bunuh diri di Jepang merupakan sebuah kasus yang sering kali terjadi, dan pastinya ini adalah kasus yang sangat menyedihkan. Banyak hal yang menjadi penyebab dari terjadinya kasus bunuh diri ini sendiri. Namun dibalik maraknya kasus bunuh diri di Jepang, ada saja sisi lain dari kejadian ini yang banyak orang tidak ketahui.


Image Source: okezone.com

Bunuh diri untuk Asuransi?

Sudah kita ketahui sebelumnya bahwa banyak sekali orang Jepang yang melakukan bunuh diri karena dia kehilangan pekerjaannya, atau gagal dalam suatu hal. Mereka merasa harga dirinya hancur karena hal-hal tersebut dan merasa malu karenanya.

Lalu bagaimana dengan keluarga yang ditinggalkan?

Ternyata, jaminan asuransi yang diberikan di negara Jepang biasanya mencangkup dengan bunuh diri, jadi mungkin inilah yang menjadi alasan banyak orang Jepang melakukan tindakkan bunuh diri. Selain itu jumlah uang yang diberikan dalam asuransi tidaklah sedikit, jika dirupiahkan akan sangat besar tentunya.


Image Source: infokuberita.com

Kasus bunuh diri tidak di ekspos ke media massa

Meskipun kasus bunuh diri adalah suatu hal yang biasa terjadi di Jepang, namun uniknya media massa seperti koran ataupun televisi tidak menyiarkan berita tersebut. Jika kalian pikir ini adalah sebuah larangan dari pemerintah untuk menyiarkannya, ternyata bukan itulah alasan yang sebenarnya. Media massa tidak memberitakan hal tersebut karena berita dengan topik bunuh diri bukanlah sesuatu yang menarik untuk dibicarakan. Tetapi pengecualian untuk beberapa tokoh terkenal seperti artis dan penjabat, media massa akan tetap menyiarkannya.

Selain itu kasus bunuh diri yang marak terjadi apabila disiarkan, dikhawatirkan akan memberikan efek domino. Sehingga akan ada orang lain yang terangsang untuk melakukan hal yang sama dan akan menambah panjang daftar pelaku bunuh diri.


Image Source: indonesia indonesia

Bunuh diri pada Yakuza

Bunuh diri yang sering dilakukan pada jaman sebelum Meiji disebut dengan Seppuku, sering dilakukan oleh para ksatria dan masyarakat biasa. Namun yang mengherankan adalah Yakuza atau grup semacam Yakuza hampir tidak mengenal dengan tradisi bunuh diri semacam itu.

Seorang Yakuza jika gagal dalam suatu tugas tidak akan melakukan tindakkan bunuh diri, cukup dengan memotong jari atau Yubisume. Umumnya jari yang dipotong dipilih dari yang paling kecil yaitu jari kelingking. Jadi jangan heran jika ada beberapa anggota Yakuza yang jari-jari ditangannya beberapa menghilang.


Image Source: Bintang.com

Bunuh diri yang nyusahin

Dibalik orang yang bunuh diri pasti ada beban yang ingin ditinggalkannya. Namun apa jadinya jika ada yang bunuh diri tetapi keluarga harus menanggung biaya denda akibat kecelakaan yang dibuatnya?

Di Jepang pernah terjadi sebuah kasus yaitu Jisin Jiko, dia secara sengaja menabrakkan diri ke kereta api. Namun kasus ini menjadi sangat panjang dan berat yang memberikan tanggungan berat kepada keluarganya.

Jisin Jiko menabrakkan diri ke kereta pada jalur yang padat, ini menyebabkan pergerakan kereta pada jalur tersebut terhenti dan ratusan penumpang menjadi terlantar. Selain itu keluarga korban juga diharuskan membayar sejumlah uang denda untuk biaya bersih bersih dan konpensasi keterlambatan kereta.


(Fa)

Source: eonet.ne.jp