Bulan Mei jadi Mimpi Buruk untuk Suatu Hubungan Bagi Orang Jepang


Sudah tahukah kamu, bahwa ternyata di bulan April disebut dengan bulan perubahan dan pembaharuan di Jepang. Sedangkan Mei, adalah suatu bulan yang kabarnya berlaku suatu Hukum Murphy. Ini pun membuat kacau pada semua departemen perkantoran di Jepang, haduh!.

Dengan segala kemungkinan pergolakan dan perubahan yang terjadi pada bulan April, Anda pasti berpikir bahwa satu bulan yang dimulai dengan libur satu minggu di awal bulan, yaitu pada bulan Mei, akan menjadikan waktu-waktu itu menjadi lebih baik untuk dilalui. Tapi ternyata hal yang mengerikan dan sering kali terjadi dibulan Mei akan terjadi, ini disebut dengan Gogatsu-byo.


Gogatsu-byo atau “May Sickness”

Ini adalah suatu bentuk psikologis musiman yang berpengaruh kepada orang Jepang (hal ini juga dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung kepada orang asing yang tinggal di Jepang). Ini pun terjadi setelah melakukan kesibukan aktifitas pada bulan April dan liburan Golden Week berlalu di Jepang.

Banyak yang percaya bahwa jumlah perubahan yang terjadi pada bulan April, ditambah dengan liburan dan kemudian orang-orang Jepang kembali masuk ke lingkungan kerja baru atau lingkungan sekolah, ini menyebabkan Gogatsu-byo. Para penderitanya bahkan melaporkan bahwa mereka mengalami insomnia, penurunan atau peningkatan nafsu makan, kegelisahan, gugup, perubahan suasana hati, depresi, atau beragam gejala fisik yang didiagnosis oleh banyak dokter. Meskipun ini merupakan kondisi yang tidak biasa bagi orang-orang baru di Jepang, setelah berada di sini selama beberapa tahun, Anda pasti akan mulai menyadari bahwa ada perbedaan antara bagaimana orang berperilaku pada bulan April dan Juni jika dibandingkan dengan bulan Mei.

Kondisi unik di Jepang ini juga bisa menimbulkan gejolak kuat dalam hubungan pribadi. Apalagi jika ditanya langsung kepada orang-orang Jepang, terjadi dua tren yang berbeda mengenai hubungan yang muncul sekitar tanggal 4 Mei sampai minggu pertama bulan Juli.


> Setiap Orang Terlihat Lebih Sensitif (Bukan karena PMS saja loh…)

Secara umum, banyak orang yang memang takut akan suatu perubahan dan mereka tidak suka jika harus menyesuaikan diri dengan jadwal baru. Jika Anda berasal dari negara dengan Daylight Savings Time, Anda mungkin merasakan betapa mengantuk dan bingung yang dirasakan saat pertama kali bekerja dengan waktu yang sudah berubah. Perubahan itu juga terjadi ke kondisi rumah, karir, gaya hidup yang mungkin akan terjadi kurang dari sebulan – ditambah lagi dengan kabut yang dirasakan setiap orang setelah liburan panjang – dan Anda merasakan perubahan yang sangat besar dari kelompok Anda. Teman mungkin tidak akan keluar untuk minum bersama setelah bekerja, rekan kerja bahkan menjadi orang yang tidak bisa diandalkan sama sekali, dan sejumlah masalah komunikasi dan masalah lainnya yang bisa muncul.

Dalam Hukum Murphy menyatakan, bahwa apa pun yang salah, akan salah, maka diharapkan Anda siap untuk menghadapi hari buruk dimana rekan kerja yang biasanya ramah tiba-tiba menjadi penyendiri, atau untuk beberapa hal yang tidak siap tepat waktu. Pernah terjadi di Jepang, bahwa ada seorang rekan kerja yang biasanya adalah orang tegas tiba-tiba menangis karena salah membeli teh untuk kantor. Atau di suatu pagi, ada seorang wanita tua yang memarah-marahi staff stasiun dengan kata-kata yang tidak layak.


> Hubungan Percintaan Tidak Akan Aman dari Gogatsu-byo

Dengan segala keanehan yang terjadi pada bulan Mei ini, banyak orang yang juga mungkin akan menganggap hubungan romantis mereka juga akan berubah. Jika Anda selamat dari pergolakan dari bulan lalu, Anda mungkin akan merasakan hubungan yang dingin dan kaku. Seperti membatalkan suatu hal yang sudah direncanakan, pesan teks yang lebih sedikit, bahkan beberapa orang menggunakan bulan itu untuk mengakhiri hubungan mereka yang stuck di tengah jalan.


Menurut pengalaman seseorang di Jepang, sekitar 25% hubungan masa lalunya telah berakhir di bulan Mei, sementara orang Jepang lainnya juga melaporkan sebanyak 40% berakhir sebelum 31 Mei. Dalam kata-katanya, “ Mungkin ini saat terbaik untuk memutuskan hubungan – jika Anda tidak ingin berkencan dengan seseorang lagi dengan alasan apapun, mungkin akan memberi Anda banyak alasan mengapa Anda tidak punya waktu untuk mereka.”

Selain itu ada juga separuh pasangan yang putus atau kembali mempertimbangkan hubungan mereka di bulan Mei. Bahkan ada juga yang sengaja menunggu sampai Mei untuk mengakhiri sebuah hubungan yang dia tahu tidak memiliki masa depan.


(Fa)

Source: savvytokyo.com