Tidak Hanya Indonesia, Jepang Juga Punya Kegiatan Mudik Loh!

Image Source: duniadianita.wordpress.com

Siapa diantara anda yang sudah siap untuk menyambut Hari Raya Lebaran dan akan melaksanakan kegiatan mudik? Tapi tahu gak sih kalau ternyata Jepang juga memiliki tradisi mudik seperti di Indonesia. Apasih perbedaannya dengan mudik Indonesia dengan Jepang?

Baca: 5 Fakta Menarik Festival Obon di Jepang

1 > Di Jepang tradisi mudik yang dilakukan pastinya berbeda jauh dengan apa yang orang Indonesia lakukan. Tidak ada kemacetan parah yang di dominasi oleh kendaraan roda dua, empat, atau bahkan tiga. Mungkin kalau di Jepang jarang sekali untuk menemukan seseorang yang berpergian dengan jarak cukup jauh menggunakan motor.

Image Source: drwox.com

2 > Kebanyakkan mereka yang mudik di Indonesia didominasi oleh masyarakat beragama Islam. Sedangkan di Jepang tidak hanya mereka yang beragama Buddha saja yang melakukan mudik. Karena ternyata masyarakat Jepang yang melakukan kegiatan mudik bertujuan untuk merayakan Festival Obon memiliki kepercayaan yang berbeda-beda.

3 > Jika di Indonesia melakukan kegiatan mudik untuk mengunjungi sanak saudara dan mengunjungi makan leluhur, di Jepang sendiri kegiatan yang dilakukan hampir sama. Mereka mengunjungi makam leluhur dan membersihkan makam tersebut dari noda, sudah disiapkan pula centong air khusus dan ember untuk melakukan kegiatan bersih-bersih di makam tersebut. Di Jepang kegiatan ini disebut dengan Ohakamairi, kalau Indonesia menyebutnya dengan ‘nyekar’.

Image Source: tadaimajp.com

4 > Siapa sih yang engga hafal dengan menu makanan menggiurkan saat lebaran. Ada ketupat, opor ayam, serundeng daging, rendang, sambal goreng ati ampela plus dengan petai! Yummy!. Pasti berat badan akan langsung meningkat setelah lebaran. Namun bedanya dengan Jepang ada Ozen, mereka menyediakan buah, nasi, teh, sake, dan manisan yang dibentuk sendiri menyerupai teratai. Orang Jepang pun menawarkan makanan tersebut di altar leluhur pada rumah mereka. Tapi jangan salah, Ozen ini disediakan untuk arwah leluhur mereka. Kalau di Indonesia sih disebut dengan ‘sesajen’.

5 > Lebaran di Indonesia pasti ramai dengan suara petasan, dan ada beberapa daerah yang membuat balon terbang kecil untuk diterbangkan saat lebaran. Kalau di Jepang, pada hari pertama Festival Obon mereka membuat lentera yang terbuat dari kertas. Cahaya pada lentera tersebut digunakan untuk memandu arwah leluhur mereka pulang ke rumah. Lalu ada juga beberapa orang yang membuat api di pemakaman keluarganya yang bertujuan untuk menyambut kembali jiwa-jiwa yang pernah hidup terdahulu.

6 > Jika Indonesia memperingati lebaran dengan sholat Idul Fitri di masjid, di Jepang berbeda lagi. Mereka biasanya melakukan tarian Obon atau Bonodori. Tarian ini sudah ada sejak dahulu, yang memiliki nilai spiritual dan religiusnya tersendiri. Mereka melakukannya di sekitar Yagura, diiringi dengan Taiko Drum. Kegiatan ini dilakukan dari pagi hingga malam hari. Lalu pada akhir periode Festival Obon, mereka akan melakukan Toronagashi. Kegiatan akhir ini memiliki daya pikatnya sendiri, yaitu pada saat mereka menghanyutkan banyak lentera di sebuah perairan sehingga menimbulkan cahaya yang cantik di malam hari.

Image Source: readthespirit.com

7 > Yang terakhir adalah, mudik yang dilakukan masyarakat Jepang biasanya terjadi pada pertengahan Agustus. Jika Indonesia, pasti sudah tahu dong…

Lalu sudah sampai mana kesiapan anda untuk melaksanakan mudik pada tahun ini? Jangan lupa untuk selalu menjaga barang dan ingat akan keselamatan diri dan keluarga anda. Coba yang akan mudik mana suaranya? Daerah mana sih yang kalian akan tuju?


(Fa)