Mengapa Kita Perlu Merasakan Kegagalan dalam Menuju Kesuksesan?

SerpLogic

Seorang pengusaha pernah berkata, kesempatan seumur hidup datang ke hadapan anda setiap minggunya. Ya, mungkin itu merupakan salah satu nasihat terbaik yang pernah anda dengar. Karena benar adanya bahwa kesempatan ada di sekitar kita, jika Anda bersedia untuk melihat dan meraihnya. dan kedua hal itu penting.

Tapi apa yang sering terjadi adalah orang menyesuaikan diri dengan cara mereka, di mana mereka mendapatkannya karena sudah terbiasa (zona nyaman). Kekhawatiran untuk keluar dari zona nyaman itu mungkin lebih disebabkan karena rasa takut, satu yang tak diketahui seperti takut akan risiko, takut akan ketidakpastian, dan mengarah pada kegagalan. Ironisnya, kegagalan adalah bagian penting dari kesuksesan dalam berwirausaha.

Cara seorang pengusaha sukses menghadapi ketidakpastian bukan dengan mencoba menganalisisnya atau mempersiapkan setiap kontingensi atau memprediksi hasilnya. Namun sebaliknya, mereka:

  • Bertindak.
  • Belajar dari apa yang mereka temukan,
  • Membangun Ide dari Pembelajaran itu dan
  • Bertindaklah lagi (siklus ini dilakukan terus secara berulang)

Dan mereka mengambil langkah-langkah kecil di setiap bagian proses, menjaga risiko mereka seminimal mungkin.

law donut

Katakanlah Anda berpikir untuk membuka bisnis restoran di pusat kota. Jika Anda mengikuti pendekatan pengusaha terbaik, langkah pertama Anda bukanlah langsung menandatangani kontrak sewa dan beli peralatan. melainkan berbicara dengan calon pelanggan, "jika saya membuka restoran di pusat kota, apa anda tertarik untuk datang?” dsb. Langkah selanjutnya? Anda belajar dari hal terakhir. Apa yang diinginkan pelanggan potensial tersebut? Dalam kasus konsep restoran yang potensial, hanya ada tiga kemungkinan tanggapan:

  • Ide yang bagus.
  • Mungkin aku akan makan di sana.
  • Tidak, saya mungkin tidak akan pernah mencobanya.

Disini Anda akan belajar dari setiap tanggapan. Mari kita mulai dengan "tidak." Anda ingin mencari tahu mengapa seseorang menolak gagasan itu. Bisa jadi sudah ada banyak restoran lain atau kompetitior - di berbagai titik harga - untuk daerah tersebut, dan calon pelanggan tidak tertarik untuk mencoba yang baru karena mereka sudah memiliki restoran favorit mereka.

Pada titik ini, banyak pengusaha potensial melakukan kesalahan kritis. Mereka berkata, "ah, tapi mereka belum melihat ‘gagasan’ saya, Begitu mereka melakukannya, mereka akan berdatangan”. Namun diluar faktor keberuntungan, itu hampir tidak pernah terjadi. Melakukan hal yang jelas telah kita ketahui bahwa mereka (calon pelanggan) tidak menginginkannya adalah cara tercepat untuk kehilangan keuntungan.

Tapi mungkin calon pelanggan tersebut menolak gagasan anda dengan mengatakan gagasan mereka, "Anda tahu, sebenarnya tidak ada tempat di sini untuk mendapatkan steak yang enak". Respons itu bisa membawa Anda ke arah yang berbeda, dan anda perlu membuka pikiran anda untuk gagasan dari orang lain.

thebalance

Jika Anda mendapatkan tanggapan "ya" atau "mungkin" saat Anda bertanya tentang membuka bisnis restoran, Anda kemudian mengambil langkah kecil menuju tujuan Anda. Anda mungkin bertanya, misalnya, haruskah kita buka untuk makan siang dan makan malam atau hanya makan malam? Dan Anda terus mengajukan pertanyaan - dan mengevaluasi jawabannya - sampai Anda yakin Anda menyukai sesuatu atau sudah saatnya menemukan ide lain.

Beberapa orang akan melihat jawaban "tidak" yang mereka dapatkan sebagai sebuah kegagalan. Pengusaha terbaik tidak melihatnya seperti itu. Mereka melihatnya sebagai fakta lain yang bisa mereka bangun untuk menciptakan sesuatu yang baru. Jika Anda tidak membuat kegagalan sebagai bagian dari kesuksesan Anda, kemungkinan besar Anda belum mengambil jenis risiko yang dibutuhkan di mana itu kerap menjadi pondasi utama untuk menciptakan kesuksesan kewirausahaan yang signifikan.

So, untuk para pengusaha diluar sana, jangan pernah takut akan kegagalan. Karena dari kegagalan tersebutlah anda dapat belajar lebih jauh dalam berwirausaha.




(ADP)