Bagaimana Tokyo Menghadapi Populasi Penduduk yang Padat

Mirip seperti ibu kota Jakarta, Tokyo adalah kota yang padat, dengan jumlah penduduk lebih dari 13 juta orang. Itu angka yang sangat banyak untuk dipikirkan, tapi untuk benar-benar melihat sebagian kecil dari jumlah itu di satu tempat cukup menakjubkan. Area yang paling padat di Tokyo bisa menjadi lebih padat lagi dalam satu waktu; Penyebrangan Shibuya yang terkenal melihat lebih dari seribu orang per menit, bahkan toserba dan kereta api menjadi sangat penuh pada akhir pekan di jam sibuk, masing-masing. Festival dan acara terkenal juga dipenuhi sejumlah besar orang.

flickr

Meskipun demikian, nampaknya Jakarta harus banyak belajar dari kota tersebut, karena Tokyo tetap menjadi salah satu kota teraman di dunia untuk disinggahi, dan kota ini menawarkan layanan publik yang tepat waktu dan restoran, hotel, dan apartemen yang jumlahnya lebih dari cukup untuk semua orang. Pertanyaannya, Bagaimana cara Jepang mengelola semua orang atau kepadatan penduduk di kota itu?

1. Populasi Besar dengan Area yang juga Besar

Meskipun Tokyo menjadi salah satu kota berpenduduk paling padat di dunia, kepadatan itu tidak terfokus di satu titik, artinya ada banyak untuk setiap orang. Tokyo memiliki luas 2.118 km² yang berarti kepadatan penduduknya adalah 6.158 orang per kilometer persegi. Meski jumlah ini besar, namun tidak begitu padat dibanding kota lain. Mumbai, India memiliki kepadatan penduduk 28.508 dan Manila di Filipina memiliki kepadatan penduduk 41.515. Tokyo, sebagai perbandingan, adalah kota yang cukup luas untuk jumlah orang yang tinggal di sana.

2. Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan

Ribuan orang berkumpul di area bisnis seperti Stasiun Tokyo, Shinjuku, dan Shibuya pada hari kerja. Apalagi ketika jam sibuk, tidak diragukan lagi, itu menjadi semakin gila, dengan orang-orang masuk didorong kedalam kereta dan sering setengah terjepit dalam perjalanan ke kantor. Namun, staf kereta dan bis bekerja tanpa lelah untuk memastikan angkutan umum datang sesering dan setepat waktu mungkin. Di pusat kota Tokyo, ada kereta api lewat setiap tiga atau empat menit, dengan cerdik menangani jumlah komuter raksasa.

3. Penduduk Tokyo Terbiasa akan Keramaian

Tak peduli seberapa penuh kereta api bisa terlihat, selalu ada tempat untuk penumpang tambahan, memaksa orang lain untuk bergerak dan berpaling. Dimana orang lain mungkin melihat kereta penuh dan memutuskan untuk menaiki kereta yang berikutnya, banyak orang yang tumbuh di kota tersebut tidak akan keberatan memaksakan diri bahkan jika hanya ada beberapa sentimeter ruang untuk mereka dalam gerbong.

4. Bangunan yang Tinggi Melainkan Luas

Meski ada beberapa pengecualian, bangunan atau gedung di Jepang cenderung cukup sempit tapi sangat tinggi, memanfaatkan lebih sedikit luas tanah. Bukan hal yang aneh untuk menemukan bangunan umum, seperti department store atau cafe, itu hanya beberapa meter persegi tapi tingginya lebih dari sepuluh lantai. Bangunan seperti ini memanfaatkan lahan kecil (dan sangat mahal) yang bisa mereka gunakan. Anda juga akan melihat produk berjejalan di setiap ruang yang tersedia dari lantai ke langit-langit. Contoh bagus dari ini adalah di Akihabara, di mana Anda akan menemukan banyak toko barang dagangan anime. Lain kali ketika Anda mengunjungi Akihabara, lihat berapa banyak "menara" yang bisa Anda temukan disana!

5. Hotel dan Apartment Memiliki Ruangan Kecil

Sekali lagi, karena biaya tanah yang mahal, apartemen cenderung jauh lebih kecil daripada yang biasa Anda temukan. Bahkan rumah dibangun sangat dekat satu sama lain untuk menghemat ruang sebanyak mungkin. Hotel bisnis hanya menawarkan kamar kecil dan kamar mandi kecil, dan ini normal untuk sebuah apartemen di Tokyo yang hanya terdiri dari satu ruangan. Kurang ruang berarti lebih banyak kamar.

7. Banyak Penduduk yang Tinggal di Pinggiran Kota

Meskipun Anda akan melihat kepala ribuan orang berduyun-duyun ke Tokyo setiap hari, banyak dari mereka tidak benar-benar tinggal di kota itu. Tokyo tidak harus menampung banyak orang karena kebanyakan penumpang tinggal di daerah tetangga seperti Kanagawa, Saitama, dan Chiba. Karena itu, beberapa orang yang akan Anda lihat berkerumun di wilayah Tokyo kemudian pulang ke daerah tetangga sekitar lainnya.

Meskipun Tokyo terkenal karena ramai dan sibuk, jangan biarkan hal itu menghalangi Anda untuk mengunjungi kota yang fantastis ini! bagaimana Jepang mengelola penduduknya yang padat sangat baik. Itu tidak serta merta kacau meskipun padat dengan orang, masih ada banyak taman dan tempat sepi di kota di mana anda dapat menemukan ketenangan di kota raksasa itu.







foto: jp.fotolia

(ADP)