Fan Service: Bagus Atau Tidak Patut?


Setelah artikel-artikel tentang anime yang kutonton, kali ini aku ingin memulai sebuah diskusi supaya lebih seru. Kalian para pecinta anime pasti udah biasa kan dengan yang namanya “fan service”? Fan service adalah scene-scene yang tidak perlu (tidak ada pengaruhnya pada penceritaan sebuah anime) tapi disukai para fans anime tersebut, misalnya adegan-adegan yang merangsang pikiran kotor (wedeeww!!)
Anime seperti Free! dan Black Butler sarat akan adegan-adegan fan service, yaitu karakter-karakter cewek menunjukkan bagian tubuh yang seharusnya tersembunyi di dalam pakaian – secara terus menerus. Apakah hal ini memang dibutuhkan atau malah menjijikkan? Terjadi perbincangan seru di forum Crunchyroll tentang hal ini.


SUMBER FOTO: PETERPAYNE
ANIME MAYO CHIKI

Beberapa pendapat dari forum ini sangat menarik. Ada yang bilang, tergantung anime nya dan apa yang berusaha disampaikan anime itu. Kalau dia berusaha menjadi anime yang serius dengan cerita yang dalam, makan fan service sangat merusak kenikmatan penonton, bukannya malah “men-servis”, tapi kalau hanya anime tentang cewek-cewek SMA dengan cerita yang ringan, fan service tidak jadi masalah.

Anime, saat ini, sarat sekali dengan fan service. Jadi jangan heran ketika kamu bilang kalau kamu otaku, atau “I really love watching anime!”, orang yang mendengar hal itu bukannya mengira kamu anak baik-baik yang suka tinggal di rumah menonton anime, tapi bisa jadi mereka berpikir kamu suka tayangan porno. Bagaimana menurutmu? Diskusikan denganku lewat twitter, twit aku @binciyucu !

-Keisha