Review: Misono Universe (La La La at Rock Bottom)


Film terbaru dari sutradara Nobuhito Yamashita “Misono Universe (La La La at Rock Bottom)” memberikan spin cerita yang berpengaruh terhadap tema amnesia, namun dengan musik rock yang mendorong melainkan drama yang kuat. “La La La at Rock Bottom” juga lebih condong ke hiburan dibandingkan film seni, dibintangi oleh Subaru Shibutani dari boy band asal Kansai Kanjani Eight. Bukanlah budaya pop yang diharapkan, Film ini adalah pembelajaran tentang karakter yang kuat dan tajam pada norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tidak sulit untuk melihat alur cerita dari film ini, tapi imbalan emosional yang diberikan benar-benar diperoleh.

Cerita dimulai dengan live music yang dimainkan oleh sekelompok musisi dewasa muda, sampai ditengah-tengah lagu, penampilan mereka diusik oleh seorang tak dikenal (seorang yang amnesia), yang naik dan mengambil alih microphone diatas panggung sambil menyanyikan sebuah lagu yang indah kemudian terjatuh. Ketika tersadar ia orang menghampiri manajer band bernama Kasumi ternyata ia mencatat lirik dari lagu yang baru saja dinyanyikan oleh orang tersebut. Dengan semangat dan Persetujuan dari Kasumi, orang tersebut menjadi vokalis baru band yang di asuh Kasumi, dan mendapatkan julukan “pooch” juga tempat tinggal baru di rumah kakek Kasumi yang sudah pikun. Namun masa lalunya mulai menggangu masa depannya, kita melihat Pooch dengan semua bakat menyanyi yang dimilikinya, ia memiliki jiwa yang unik – “ini bisa jadi bahaya” katanya pada Kasumi.

Kasumi menemukan betapa berbahaya ketika ia mulai menyelidiki identitasnya - dan Pooch tiba-tiba pulih ingatannya. Nyatanya Kasumi justru lebih menemukan dirinya dibanding jati diri vokalis yang tidak ia percayai itu, sementara Pooch ternyata adalah seorang yang terampil dalam bidang bernyanyi. Bagaimana caranya Pooch bertarung untuk menemukan jalannya kembali ke apa yang tersisa dari keluarganya, dan keluar dari dunia bawah sadarnya yang hampir merenggut nyawa dan pikirannya?


foto: aramajapan

(ADP)