Film Jepang di 68th Cannes Film Festival

Bicara mengenai film, Jepang termasuk salah satu pemasok film-film berkualitas untuk Asia bahkan di dunia. Jepang mempunyai banyak sineas film, aktor dan aktris yang kreatif juga berbakat. Salah satu bukti akan hal tersebut, film-film Jepang hampir tidak pernah absen untuk ditayangkan pada acara tahunan Cannes Film Festival yang dihelat di Prancis. Seperti pada gelaran serupa yang di gelar tahun ini, setidaknya ada enam film Jepang yang Screening di 68th Cannes Film Festival yang diadakan mulai dari 13-24 Mei 2015. Film Jepang apa saja yang tahun ini berpartisipasi di salah satu festifal fim paling bergengsi di dunia ini:

Umamuchi Diary (Our Little Sister) - 2015


Sutradara: Hirokazu Koreeda

Bercerita tentang kehidupan tiga wanita bersaudari yang hidup bersama di Kamakura, sampai suatu saat seorang gadis muda datang mengaku sebagai adik tiri mereka setelah kematian ayah mereka. film yang berdasarkan serial komik dengan judul yang sama oleh penulis Akimi Yoshida. Dibintangi aktris-aktris cantik seperti Haruka Ayase, Masami Nagasawa, Kaho dan Suzu Hirose dan aktor pendukung lainnya, film ini terpilih untuk bersaing untuk mendapatkan penghargaan tertinggi pada festival film Cannes, Palme d’Or.



An (Sweet Red Bean Paste) - 2015


Sutradara: Naomi Kawase

Film drama ini berkisah tentang seseorang pria yang baru keluar penjara yang akhirnya ia menjadi manager sebuah toko dorayaki, seorang nenek tua yang dipekerjakan di toko tersebut membuat isian pasta kacang merah yang menjadikan toko dorayaki tersebut terkenal, hingga seuatu saat ada rumor yang mengatakan nenek tersebut pernah sakit kusta. Dibintangi oleh Kirin kiki, Masatoshi Nagase, Kyara Uchida serta aktris dan akor lainnya, film ini terpilih menjadi film pembuka pada bagian Un Certain Regard pada Cannes Film Festival tahun ini.



Kishibe no Tabi (Journey to the Shore) - 2015


Sutradara: Kiyoshi Kurosawa

Film drama ini berkisah tentang seorang suami yang menghilang selama tiga tahun, suatu hari ia kembali dan mengajak istrinya untuk melakukan traveling bersamanya. Perjalanan mereka meliputi kunjungan ke orang-orang yang membantu Yusuke tentang perjalanannya sebelumnya. Saat bepergian bersama-sama, Misuki melihat, menyentuh dan merasa apa yang Yusuke lakukan bagi mereka 3 tahun. Dibintangi Tadanobu Asano, Eri Fukatsu, Masao Komatsu, Yu Aoi dan Akira Emoto, film ini juga screening di Cannes Film Festival bagaian Un Certain Regard.



Gokudo Daisenso (Yakuza Apocalypse: The Great War of Underworld) - 2015


Sutradara: Takashi Miike

Seorang pemuda masuk ke dunia yakuza karena terpengaruh oleh film, teman-temannya selama di dalam dunia tersebut selalu memperlakukannya seperti orang tidak berguna. Ia dikecewakan di dunia yakuza karena tidak seperti yang dilihatnya dalam film. Suatu ketika, seorang pembunuh dikirim untuk membunuh pimpinan yakuza yang ternyata seorang penghisap darah. Film action dengan sedikit warna komedi ini akan ditampilkan sebagai special screening dalam bagian Directors Fortnight di festival film Cannes tahun ini.



Jingi Maki tatakai (Battles without Honor and Humanity) - 1973


Sutradara: Kinji Fukasaku

Film ini ber set setelah Perang Dunia II dan berdasarkan riwayat hidup seorang bos kejahatan pada kehidupan nyata, "The Yakuza Papers" yang berfungsi untuk mengagungkan penggambaran sinematik tradisional kejahatan terorganisir, bukan menggambarkan para anggotanya, preman yang dapat berkhianat pada kolega terdekat mereka untuk kekuasaan atau keuntungan. Film ini akan screening di bagian Cannes Classic dalam festival film tersebut.



Zangiku Monogatari (The Story of the Last Chrysanthemums) - 1939


Sutradara: Kenji Mizoguchi

Film ini berlatar di Jepang pada 1885. Kikunosuke Onoe, bermain dalam debut filmnya dengan aktor panggung bernama Shotaro Hanayagi, adalah anak angkat dari aktor Kabuki yang terkenal, ia berlatih untuk menggantikan ayahnya dalam karirnya yang termasyhur. Film ini juga akan screening di bagian Cannes Classic pada Cannes Film Festival.



foto: asianwiki

(ADP)