Mondai no Aru Restaurant : Upaya Pembuktian Para Wanita Kepada Kaum Lelaki.


Pada umumnya orang mengetahui Jepang sebagai negara paling maju dalam ekonomi maupun teknologi industri di Asia dan Dunia. Namun Jepang memiliki sisi lain negatif, terutama untuk wanita. Paham patriarki yang tertanam sudah sejak lama- zaman samurai dulu rupanya masih menempel di sebagian besar masyarakatnya. Hal ini berlaku di dunia kerja, terutama yang didominasi pria. Perempuan tidak mudah mengutarakan pendapatnya dan kerap kali mendapat diskriminasi atau pelecehan, sampai ketingkat seksual. Sampai-sampai ada istilah “sekuhara” (kependekan dari “sexual harassment”). Lalu bagaimana ceritanya jika para perempuan kemudian memilih bangkit dan bersama-sama melawan ketidakadilan yang dilakukan para pria kepada mereka? Terdengar seperti Kartini zaman modern bukan? Mondai no Aru Restaurant /A Restaurant With Many Problems merupakan dorama yang akan mepertontonkan bagaimana para wanita Jepang yang terlecehkan dan berusaha untuk bangkit.

Dorama yang menceritakan semangat feminisme dengan tepat. Dorama ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa perempuan harus lebih baik dari laki-laki. Dorama ini hanya ingin mengatakan bahwa perempuan adalah manusia biasa, sama seperti laki-laki, dan yang mereka inginkan hanyalah mereka ingin bekerja bersama-sama dengan para lelaki tanpa ada diskriminasi dan pelecehan. Komedi yang terdapat pada dorama ini pun sangat menghibur.

Mondai no Aru Restaurant bercerita tentang Tanaka Tamako (Maki Yoko), seorang perempuan yang berniat untuk mendirikan sebuah restoran setelah menemukan fakta bahwa salah seorang sahabatnya yang bekerja di perusahaan yang sama mengalami pelecehan seksual dari direktur perusahaannya. Ia mendirikan restoran di sebuah atap bangunan yang terletak tepat di seberang restoran yang dikelola bekas perusahaannya itu. Dengan mengajak beberapa temannya yang lain (lima perempuan dan satu gay), Tamako berniat membuktikan bahwa restoran yang dibangunnya bersama teman-temannya mampu bersaing dengan mantan restoran tempat dulu ia bekerja. Namun tidak mudah bagi Tamako untuk mengelola restoran tersebut, karena teman-temannya memiliki masalah dan kepribadian yang berbeda-beda. Mondai no Aru Restaurant ditulis oleh penulis skenario Sakamato Yuji ini memperlihatkan perjuangan para perempuan melawan ketidakadilan yang dilakukan para laki-laki, sosok para perempuan di sini (bukan hanya perempuan yang memang terlahir sebagai perempuan karena mereka juga memasukkan karakter gay) tidak lantas digambarkan sempurna dan lebih baik daripada laki-laki.


Dorama ini berhasil merangkum segala diskriminasi yang kerap kali dialami perempuan di lingkungan kerja, mulai dari yang tampak sepele sampai yang serius, tanpa menghilangkan unsur komedi. Lalu, apa yang akan terjadi pada Tamako selanjutnya? Apakah dia akan berhasil menyatukan teman-temannya untuk mendirikan restoran yang sanggup bersaing dengan restoran yang dikelola oleh para lelaki? Mungkinkah Tamako mengubah pola pikir para lelaki di restoran tempat ia kerja dulu? Penasaran?



foto: fujitv

(ALFA)