10 Lagu Natal yang Paling Romantis dari Jepang


Saat-saat natal merupakan waktu yang romantis dalam satu tahun di Jepang, meskipun terdpat juga tradisi standart seperti pemberian hadiah diantara keluarga-keluarga di seluruh negeri, Christmas eve atau malam natal bagi banyak orang disana idealnya dihabiskan dengan orang yang memiliki andil signifikan dalam kehidupan seseorang lainnya atau pasangan.


Karena berfokus pada pasangan, lagu-lagu cinta yang manis sering di request di radio pada hari tersebut. Band rock dan pop populer beberapa tahun terakhir telah membuat upaya untuk dapat masuk dalam semangat Natal, diantaranya seperti Exile, Mika Nakashima, L'Arc en Ciel, Mai Kuraki dan lainnya beramai-ramai merilis lagu musiman/ lagu natal yang sangat sukses. Namun, sejarah lagu-lagu Natal cukup panjang kembali ke tahun 1970-an, berikut 10 lagu natal Jepang paling romantis yang pernah diciptakan:


10. Shogo Hamada: “Midnight Flight – Hitoribochi no Christmas Eve”

Dirilis pada tahun 1985 dalam mini-album limited edition "Club Snowbound", upaya untuk hari Natal yang dilakaukan penyanyi serta penulis lagu Shogo Hamada dibumbuhi dengan sepenuh hati, gaya rock 1980 dengan sebuah solo saksofon. Hamada melakukan follow-up lagu tersebut dua tahun kemudian dengan kompilasi musim panas "Club Surfbound" sebelum akhirnya merilis keduanya secara bersamaan di tahun yang sama.


9. Petitmoni: “Pittari Shitai X’mas”

Ketika datang untuk melakukan lagu Natal mereka, kelompok yang merupakan spin-off dari idol group Morning Musume ini mengambil nada lebih upbeat, dengan lirik yang terobsesi dari anak laki-laki (menebak apa yang mereka inginkan dalam stocking mereka dari Santa di pagi hari?) Menunjukkan lagu yang lebih optimis terlepas dari kesepian dan sakit hati di musim natal.


8. Junichi Inagaki: “Christmas Carol no Koro ni wa”

Junichi Inagaki telah membuat nama untuk dirinya sebagai pemasok hits Natal, dengan lagu tahun 1990 miliknya berjudul "Merry Christmas ga Ienai" yang kemudian dirilis ulang pada tahun 1991, 1993,1994 dan akhirnya kembali lagi pada tahun 2000. Rilisan tahun 1993 melihat dirinya yang kelebihan musiman, dirilis sebagai double-A-side "Christmas Carol ada Koro ni wa", pada keseimbangannya mungkin lebih catchy diantara dua lagu miliknya.


7. Shonen Knife: “All I Want For Christmas”

Trio Punk-Pop dari Osaka, Shonen Knife, bekerja sama dengan Thurston Moore dari band noise-punk legendaris New York ‘Sonic Youth’ untuk menulis lagu menarik yang sedikit surealis ini pada tahun 1999. Lirik Moore menceritakan kisah sedih seorang gadis yang bermimpi mendapatkan kembali dua gigi depannya yang hilang (sehingga ia bisa mengatakan "Selamat Natal tanpa cadel) dan benar-benar menyentuh.


6. Judy and Mary: “Christmas”

Masih dari ranah punk-pop, Judy and Mary tengah diambang kesuksesan mereka sebagai mega bintang berikutnya ketika menulis hits natal untuk generasi mereka. memasangkan lagu tersebut dengan hist mereka di tahun 1994 “Cheese Pizza” dan membuat group bercokol dalam top-20 hit. Seperti lagu natal Jepang yang lainnya, liriknya berkisar tentang pacar dan kencan, namun didorong dengan kecepatan agresif yang dimiliki Judy and Mary.


5. Midori Karashima: “Silent Eve”

Lagu balada piano 1990-an dari penyanyi dan penulis lagu Midori Karashima telah menjadi lambang sentimental yang membuat menangis saat natal, sebagaimana Karashima mengeksplore tema tradisional dari kesendirian di malam natal. Bercerita tentang Kekasihnya telah menjadi pacar temannya disaat ia baru saja putus, namun ia harus berlaku apa adanya untuk menghindari hilangnya kepercayaan sebagai teman, cinta dapat jadi serumit itu ketika natal.


4. Princess Princess: "Ding Dong"

Lagu Natal lainnya yang lebih uptempo, upaya perayaan oleh band rock yang berisikan para gadis Princess Princess dari album mereka di tahun 1989 "Lover" yang lebih dikenal sebagai lagu tema dari iklan Japan Railways Timur. Ini adalah ode lain untuk kehilangan cinta, tapi daripada bermuram durja tentang hal itu, vokalis Kaori Oku mengambil sikap yang lebih independen, berdiri keputusannya untuk memutuskan pacar pemabuk nya.


3. Tatsuro Yamashita: “Christmas Eve”

Ini mungkin tidak menjadi hit besar pada saat itu, tetapi tanpa ragu lagu ini oleh produser, penyanyi, serta penulis lagu Tatsuro Yamashita adalah lagu tersebut menjadi lagu natal Jepang yang paling terkenal dan dicintai. Dengan selingan capella di interlude dan aransement lebih kreatif daripada banyak pesaingnya, dan itu menjadi bukti kualitas lagu abadi, single tahun 1983 tersebvut versi lain dari lagu Irving Berlin "White Christmas".


2. Momoiro Clover Z: "Santa-san"

Secara monumental konyol dan menyenangkan, diarahkan pada Momoiro Clover Z dan Produsernya, mereka berhasil membuat lagu menjadi bola energy natal yang pernah dihasilkan di Jepang, bouncing diantara beat bubblegum-pop, hardrock solo gitar dan disko yang hiperaktif. Sebenarnya lagu ini tidak begitu romantis untuk didengarkan pasangan ketika malam natal, tapi lebih tentang seseorang yang sangat bersemangat membuka hadiah natal mereka dibawah pengaruh coklat panas yang terlalu banyak di pagi hari Natal.


1. Yumi Matsutoya: "Koibito ga Santa Claus"

Lagu ini pernah dua kali di rilis di Jepang, yakni tahun 1980 dalam albumnya “Surf and Snow” dan tahun 2012 dalam kompilasi 40th tahunnya yang sempat menjadi salah satu album of the year saat itu. Tetap klasik dan dapat menemukan audiens barunya, karena ia adalah salah satu penulis lagu pop Jepang terbaik dan lagu ini, meskipun sudah berumur lebih dari 30 tahun masih tetap berdiri kuat sebagai lagu natal terbaik Jepang.






foto: directjapan

(ADP)