Boyband Paling Terkenal Jepang ‘SMAP’ Akan Bubar Setelah 27 Tahun


Mereka sudah berlalu-lalang di dunia musik Jepang, memberikan kasih sayang mereka pada jutaan orang melalui lagu, dan memberikan latar belakang pop untuk orang Jepang selama lebih dari dua dekade. Rabu (13/1) telah diumumkan bahwa boyband paling populer yang dimiliki Jepang sepanjang masa ‘SMAP’ akan bubar, meninggalkan lubang pada scene musik di negeri matahari terbit tersebut.

Spekulasi bahwa boyband yang kini tengah berada di titik puncak usia menegah mereka untuk berpisah, muncul setelah surat kabar Nikkan Sport mengatakan empat dari lima personil SMAP telah memutuskan untuk meninggalkan Johnny & Associate, talent agency kuat Jepang yang dipimpin oleh Johnny Kitagawa.

Penyebab perpecahan tersebut adalah keputusan manajer band, Michi Iijima, untuk mengundurkan diri dari agency dan ia dikabarkan membuka sebuah perusahaan saingan. Empat dari lima anggota SMAP dikabarkan siap untuk bergabung Iijima, meninggalkan anggota SMAP yang paling populer, Takuya Kimura. Johnny and Associates mengkonfirmasi perpecahan yang terjadi dalam SMAP dalam sebuah pernyataan singkat yang dirilis pada hari Rabu (13/1), tapi menolak untuk membahas alasannya karena kedua pikah "masih dalam tahap negosiasi".

Mendengar kabar ini, banyak fans SMAP di Jepang menyampaikan kekecewaan dan tanggapan mereka di sosial media, salah satunya berkata: “apa yang akan kita lakukan tanpa SMAP?”. Sementara lainnya mengatakan: “semua pembicaraan di sekolah hari ini tentang SMAP, kepalaku pusing mendengarnya”, dan berbagai komentar-komentar lainnya.

SMAP yang merupakan kependekan dari ‘Sports Music Assemble People’ dibentuk 27 tahun lalu pada 1988 dan mengeluarkan single pertama mereka yang berjudul “Cant Stop!! Loving” dua tahun berselang. Mereka telah menjadi boyband yang paling paling populer di Asia, menjual lebih dari 35 juta copy rekaman. Kimura dan anggota SMAP lainnya yakni Masahiro Nakai, Goro Inagaki, Tsuyoshi Kusanagi dan Shingo Katori, telah merilis lebih dari 50 single dan 20 album, sekitar setengah dari karya mereka menduduki puncak tangga lagu di Jepang.

Ketika mereka tidak menyanyi, anggota band menjadi host untuk variety show TV mereka, SMAPxSMAP, dan telah membuat banyak penampilan di drama dan film, membantu Johnny and Associates untuk menjadi talent agency yang paling sukses di negara itu. Sehubungan dengan kabar perpecahan boyband ini, program variety show TV mereka masih tayang dan tanggal akhir untuk program tersebut belum dikonfirmasi.






foto: natalie

(ADP)