5 Album Jepang Mengagumkan yang Mungkin Belum Pernah Kamu Dengar

Apa kamu menyukai hal-hal berbau Jepang tapi tidak tahu banyak tentang musik disana? Atau mungkin kamu ingin memperluas playlist kamu dengan lagu-lagu Jepang namun diluar musik mainstream atau top 40? Jika begitu, terus baca artikel ini untuk menemukan beberapa info tentang lima album/artist Jepang menarik yang mungkin belum pernah kamu dengarkan sebelumnya.

Geinoh Yamashirogumi - Akira OST (1988)


Mungkin kamu telah mendengar lagu-lagu ini jika sempat menonton Akira. Namun, beberapa orang menyadari bagaimana soundtrack ini menjadi penting untuk produksi kultus-klasik anime yang mengubah industri animasi selamanya. Geinoh Yamashirogumi melakukan scoring soundtrack ini sebelum film Akira dibuat, oleh karena itu para animator bekerja mengikuti scoring musik yang telah selesai terlebih dahulu. Beberapa lagu dari film langsung dikenali oleh beberapa orang. Ini adalah cara untuk memperdalam pengalaman tentang film Akira, dan pengenalan besar untuk ambient musik Jepang. OST Akira akan diterbitkan kembali dalam bentuk vinyl untuk pertama kalinya, mungkin sekarang waktu yang tepat untuk mendengarkannya sebelum memutuskan untuk memesan piringan hitamnya.


Osamu Kitajima – ­Benzaiten (1976)


Mengambil nama dari dewi musik dan air Shinto, Benzaiten membawa nada spiritual bahkan sebelum kamu menekan tombol play. album ini merupakan harta tersembunyi dari musik Jepang, yang pernah keluar dari negara tersebut. Sebuah suara inti dari album ini adalah penggunaan yokobue diseluruh album, yang menghormati tradisi musik dari Jepang di masa lalu dan melihat ke depan pada saat yang sama. diantara yokobue terdapat suara gitar fuzzed-wah, diikuti oleh basslines funk dan nyanyian vokal. Unsur-unsur ini tampaknya tidak nyambung, tapi album ini mengalir tidak lebih dari sebuah refleksi dari kejeniusan Kitajima dan membuat Benzaiten sebagai karya modern.


Jacks ­Vacant World (1968)


The Jacks adalah pioneer psychedelic rock Jepang. Sementara rekan-rekan Amerika mereka kala itu cenderung menjaga hal-hal di sisi yang lebih ringan dengan lagu-lagu tentang surfing dan lagu cinta, Jacks terdengar begitu suram sampai mereka dilarang di radio. Mereka cukup solid bahwa mereka bisa dengan mudah datang dari band Eropa atau Amerika waktu itu, dan begitu mereka dibedakan terutama oleh vokalis mereka yang bernyanyi dalam bahasa Jepang.Secara teknis ini adalah album yang baik untuk waktu itu, tetapi sekarang lebih sebagai penanda sejarah dari sesuatu yang layak didengarkan.


Mirror Moves – ­ N/A (2016)


Adalah band lokal beranggotakan empat orang yang bermain di bar kecil, panas dan keras di Tokyo. Mereka rocker sesungguhnya, dengan 'beberapa kaleng bir Asahi', tema patah hati, wanita cantik dan keputusan yang buruk. Tapi itu tidak berarti bahwa mereka membuat musik mereka sembarangan. gitaris dari band telah menyempurnakan dua solo yang menakjubkan, dimana lebih berfokus pada ungkapan dari melodi. Sang frontman memiliki sikap peduli tentang pakaian hard rock, hampir seperti Josh Homme dari Jepang. rhythm section mereka begitu tight dan drive, menjaga keseluruhan musik tetap pada jalannya. Mereka memainkan blues rock, hard rock dengan tipe yang lebih gelap. band Placebo tampaknya memiliki pengaruh besar pada mereka dalam penampilan live-nya. Mereka menjaga semangat Speedfreak punk Tokyo era 1980 tetap hidup dalam bentuk yang lebih lambat dan heavy.


Jiro Inagaki & Soul Media - funky Stuff (1974)


Meskipun album ini benar-benar fantastis, Jiro Inagaki atau Soul Media tampaknya tidak memiliki banyak kehadiran di media. ia adalah pemain saksofon di dan sekitar Tokyo era 60-an dan 70-an. Tapi, anonimitas mereka menambah sisi mistik dari album ini karena itu menjadi kejutan bahwa mereka bukan seniman yang memberikan kontribusi di festival jazz dan funk internasional. Funky Stuff merupakan album instrumental, fusi antara funk dan jazz namun sedikit crossover sesekali muncul didalamnya, terutama di pada horn section. Ini punya nilai produksi yang sangat tinggi, apalagi di tahun-tahun tersebut. Meskipun album relative anonym, jelas bahwa para musisi di belakangnya berada di atas permainan mereka.






foto: discogs

(ADP)