Quarter Life Crisis? Berikut 3 J-Dorama Menarik yang Pas untuk Ditonton


Dengan tumpukan tagihan yang harus dibayar dan beban tanggung jawab semakin banyak, berada di usia 20-an cukup sulit. Tambahkan dengan tekanan sosial dari keterlibatan dalam hubungan romantis atau renungan memiliki calon pasangan hidup, dan Anda akan berakhir dengan kehidupan yang bahkan lebih berat.

Sementara beberapa orang percaya bahwa hubungan romantis dan pernikahan adalah hal yang orang seharusnya tidak merasa terpaksa untuk itu, mengambil langkah untuk merenungkan tentang hal-hal tersebut di akhir usia 20-an anda adalah sesuatu yang alami. Dan untuk menghindari naiknya tingkat stres melalui renungan-renungan tersebut, apa cara yang sempurna untuk memikirkannya melalui perspektif orang ketiga? Beberapa film romantis mungkin akan cocok, namun drama yang lebih ditargetkan untuk kelompok umur 20-an mungkin akan pas dengan permasalahan.

Berikut 3 drama Jepang yang berhubungan dengan krisis yang terjadi di usia 20-an, dan mungkin cerita didalamnya dapat menjadi masukan untuk krisis yang tengah dialami.


Glow of Fireflies (Hotaru no Hikari)


Hotaru no Hikari adalah adaptasi live-action dari manga josei dengan judul yang sama, yang menampilkan Amemiya Hotaru yang dimainkan oleh Ayase Haruka dan Takano Seiichi yang dimainkan oleh Fujiki Naohito. Cerita berpusat pada kehidupan Hotaru, yang bekerja untuk sebuah perusahaan desain interior. Menghabiskan malam sendirian di tempatnya, dengan jersey olahraga terkenal dan top knot, sementara meneguk bir dan menggigiti ikan kering, adalah gaya hidup yang ideal untuk Hotaru.

Melainkan menyibukkan diri dengan kelompok kencan setelah bekerja, ia lebih memilih untuk menghabiskan waktu sendiri bermalas-malasan di sekitar rumahnya, menenggak beberapa botol bir, dan memiliki percakapan satu sisi dengan kucing. Karena gaya hidup bisa disembuhkan ceroboh seperti itu, Hotaru jatuh di bawah kategori "himono onna”, kegagalan seorang wanita yang dikatakan kering seperti ikan kering. Sampai akhirnya seorang lelaki bernama Seichi mengganggu gaya hidup Hotaru, dan mulai berinteraksi satu sama lain.


Please Love Me (Dame na Watashi ni Koishite Kudasai)


Dame na Watashi ni Koishite Kudasai atau juga dikenal sebagai Dame Koi. juga merupakan adaptasi live-action dari manga josei yang berjalan dengan nama yang sama. serial 10-episode ini dibintangi oleh Shibata Michiko yang dimainkan oleh Fukuda Kyoko dan Kurosawa Ayumu dimainkan yang oleh Dean Fujioka.

Dengan perusahaan tempat dia bekerja bankrut, dan uangnya akan disia-siakan setelah sembarangan membeli barang-barang mahal untuk seorang pria muda yang bahkan tidak berkencan, Single, pengangguran, dan tidak punya uang Michiko harus prihatin untuk makan kubis dengan mayones untuk makan. Mendekati 30-an dan tanpa keterampilan banyak untuk ditawarkan, mencari pekerjaan baru tidaklah mudah. Suatu hari naas, ketika keluar dari kelaparan ekstrim ia mencoba untuk merampok kucing liar dari makanan kucing kalengan nya, Michiko tersandung pada mantan bosnya yang ia dulu benci - Kurosawa Ayumu. Setelah makan dan berbincang, akhirnya Michiko ditawari sebuah pekerjaan oleh Ayumu di sebuah café dan kisah keduanya berlanjut.


Dating: What’s It Like To Be In Love? (Date – Koi to wa Donna Mono Kashira)


Date - Koi to wa Donna Mono Kashira tayang dari pertengahan Januari sampai akhir Maret 2015 dan membuat comeback untuk episode khusus selama musim panas di tahun yang sama. drama menampilkan Yabushita Yuriko yang dimainkan oleh Watanabe Anne dan Taniguchi Takumi yang dimainkan oleh Hasegawa Hiroki.

Yuriko adalah seorang wanita yang sangat brilian yang mengambil studi undergrad dan pascasarjana di Matematika di University of Tokyo dan bekerja untuk pemerintah, menerapkan model matematika untuk memecahkan masalah yang mendesak negara. Namun, ia kurang dalam keterampilan sosial, dia obsesif-compulsiveness dan sikap yang kuat menjauhkannya dari memiliki omiai sukses (wawancara pernikahan). Namun, untuk memudahkan khawatir ayahnya, bahwa dia tidak akan pernah bisa menemukan pasangan hidup. jagoan matematika 29 tahun itu berencana untuk menikah sebelum ia beranjak 30 tahun dengan mendaftar di sebuah situs perjodohan pernikahan secara online.

Kisah dan problema yang terdapat di 3 judul drama diatas sangat pas dengan kondisi quarter life crisis, berbagai pemecahan masalah dan bagaimana cara bersikap dalam drama tersebut juga bisa dijadikan masukan untuk krisis yang anda alami di usia 20-an saat ini. tertarik untuk menonton salah satu dari mereka?








foto: jpninfo

(ADP)