​Band Jepang di Indonesia

Bukan hal baru lagi, budaya pop Jepang merebak bagaikan bunga sakura di musim semi di Indonesia ini. Dari ibu kota sampai kota-kota kecil, selalu ada komunitas J-addict. Bukan hanya anime dan cosplay, tapi band-band lokal pun kini punya warna musik yang baru.

JKT 48 adalah batu meteor yang jatuh di Indonesia. Cewek-cewek berpakaian layaknya girlband Jepang dan kemunculan wota menjadi bukti kuatnya budaya pop Jepang di sini. JKT 48 adalah boneka industri. Namun, masih banyak band bertema Japan Rock yang indie dan harus kamu kasih kesempatan untuk mengalun di telingamu:

Melanin

Lagu mereka berjudul “Aku” yang rilis tahun 2007 meniupkan angin segar pada panggung musik bernuansa Jepang. Facebook Melanin Band

Nikisae

Band dari kota Malang ini menunjukkan bakat mereka yang tidak main-main lewat lagu “Cuma Aku Bukan Dia” yang rilis tahun 2006. Sayang mereka tidak punya kontak fanpage atau semacamnya.

Raison D’etre

Menggunakan nama Prancis, tapi jiwanya J-rock abis. Memulai langkah di tahun 2001, tiga tahun kemudian single-nya yang berjudul “Entah” menggebrak panggung musik lokal, yang bernuansa Jepang maupun tidak.

SUMBER FOTO: JAME-WORLD

Tidak seperti band atau girlband lokal yang telah menjadi “anak label”, band-band j-rock indie punya kiblat musik yang berbeda. Band yang lebih eksploratif seperti Girugamesh dan VAMPS menjadi inspirasi mereka.

Saat band rock asal Jepang VAMPS datang ke Indonesia, dalam sebuah wawancara Jame-World, Hyde, leader VAMPS, terkesan pada animo warga Jakarta terhadap musiknya.

"Jakarta adalah tempat yang paling berkesan. Setiap kali datang ke Jakarta membuat saya selalu merasa deg-degan, apalagi saat kemarin tampil di TV, banyak sekali fans yang datang menyambut kami, hal seperti itu biasanya tidak mungkin terjadi, hal tersebut membuat saya merasa sangat diterima dan saya sangat bahagia." dan saat ditanya rencana ke depan untuk VAMPS, Hyde hanya menjawab "Saya akan membuat lagu-lagu yang bagus agar bisa datang lagi ke Jakarta!"

-Keisha