​Ke Mana Perginya Hip-Hop Jepang?

Yuk sejenak kita istirahat dari belantika Visual Kei ataupun grup-grup cewek kawaii ala AKB 48. Visual Kei tidak dipungkiri memang keren dan tak jarang bermusikalitas tinggi, kecantikan AKB 48 dan girlband-girlband Jepang juga memang menyegarkan mata. Tapi bagi kamu yang sudah jadi penggemar J-culture dari tahun 2000an awal, pasti pernah bertanya, ke mana ya grup-grup hip hop Jepang dan legenda-legendanya seperti Miss Monday atau Teriyaki Boyz?

Nah, kenalan dulu dong sama grup hip-hop dari Jepang yang satu ini, Greeeen. Yes, ‘e’ nya harus empat kali ya. GreeeeN adalah grup hip-hop beranggotakan empat orang dari kota Koriyama di Fukushima perfecture. Mereka pertama kali masuk label di tahun 2007, yaitu Universal Music (Nayutawave Records) dan logo mereka adalah sebuah mulut penuh gigi besar-besar seperti orang nyengir (nyengir dalam bahasa Inggris: grin). Produksi sound mereka ditangani oleh Jin, anggota Pay Money To My Pain.

anibee-hiphop-jepang-greeeen

Sumber foto: JPOP ASIA

Salah satu karakteristik unik Green adalah mereka tidak pernah memperlihatkan wajah mereka di depan khalayak Jepang. Apakah mereka hanya muncul sebagai visual screen character seperti band Godzilla (USA) atau seperti Slipknot yang selalu memakai topeng?

Nama anggota Greeeen adalah Hide, Navi, 92, dan Soh. Single mereka yang pernah bertahan di nomor atas Billboard Musik Jepang adalah “Ai Uta” (lagu cinta? Aaw!) dari album A, domo. Hajimemashite.

Baru-baru ini muncul gambar di internet yang membuat fans heboh, apakah ini Greeeen?

anibee-hiphop-jepang-greeen

Sumber foto: AFSPOT

Fakta menarik tentang Greeeen, semua anggota band ini adalah dokter gigi lho! Hahahahaha siapa tau beberapa fans pernah ditangani oleh Navi, Soh, 92, atau Hide saat sakit gigi! Mereka ingin tetap menyembunyikan wajah tapi hanya di dunia musik. Di kedokteran gigi ya mereka seperti dokter gigi pada umumnya. Usia mereka sekitar 33 tahun. Dokter gigi hip hop, sugoii ne!

-Keisha