Amezaiku, Seni Tradisional Membentuk Kembang Gula

Tokyo adalah tuan rumah banyak kreasi yang modern, seperti teknologi canggih, animasi sampai fashion anak muda. Namun, kreasi yang terdapat di Tokyo bukan hanya hal-hal modern seperti yang telah disebutkan, yang satu ini bernama “amezaiku” atau seni membentuk kembang gula. Praktek ini di Jepang telah berlangsung sekitar lebih dari 1000 tahun dengan berbagai macam bentuk sesuai dengan perkembangan jaman. Dibuat oleh pengrajin dari gula-gula panas yang dibentuk hewan, tokoh, sampai karakter anime sebelum gula-gula tersebut mengeras.

Bentuk-bentuk amezaiku yang diciptakan pengrajin di Jepang tentunya juga mengikuti perkembangan zaman, ketika sebuah toko pengrajin permen mengincar anak-anak sebagai target pasar mereka, mereka harus bisa ber-adaptasi dengan apa yang anak-anak masa kini sukai untuk dibentuk sedemikian rupa menggunakan gula-gula panas. Namun berbeda dengan yang satu ini, sebuah toko bernama Asakusa Amezaiku Ameshin hingga kini masih bertahan menawarkan amezaiku tradisional Jepang.

Karya-karya permen cantik dan indah di toko tersebut terlahir dari tangan seorang pengrajin bernama, Shinri Tezuka, pria berumur 25 tahun ini menyatakan bahwa ia gemar mengukir apapun yang bisa didapatkan oleh tangannya sejak masih kecil, yang mana hobi tersebut menjadi pekerjaannya saat ini. berkat karya-karyanya tersebut, ia sering berkeliling Jepang untuk menghadiri sebuah acara atau melakukan workshop amezaiku hingga sering tampil di beberapa televisi.

Tezuka telah membuka tokonya tersebut sejak 2013, terletak di distrik tradisional Asakusa di dekat kuil populer tujuan para turis Kuil Senso-Ji. Toko tersebut berisi kreasi-kreasinya yang menakjubkan dan tentunya semua bisa dimakan karena ini adalah permen. Berbeda dengan toko permen modern, Tezuka hanya menggunakan pewarna alami untuk menciptakaan warna pada kreasinya. Selain itu, ia juga bisa membuat kreasi sesuai keinginan pelanggan di tokonya, namun ia tidak dapat menerima permintaan untuk karakter-karakter populer karena adanya undang-undang hak cipta yang berlaku.

Kerajinan tradisional seperti amezaiku harus diperhatikan dan dilestarikan, di Indonesia juga terdapat hal yang serupa dengan amezaiku yakni gulali, dimana kembang gula dibentuk sedimikan rupa hingga menjadi menarik. Seiring perkembangan jaman, penjual gulali yang dulunya berkeliling menjajakan kembang gula berbentuk kini sudah jarang ditemukan. Tradisi-tradisi asli sudah semestinya dipertahankan dan di lestarikan, agar anak cucu kita masih dapat melihat tradisi-tradisinya kelak, seperti yang dilakukan Tezuka.



foto: Asakusa Amezaiku Ameshin

(ADP)