Kamikaze Pilot, Rela Mati atas Nama Kebanggaan Kekaisaran Jepang

Mereka mengorbankan nyawa mereka untuk Negara, menukik dari atas langit bersama pesawat yang dikendarainya mereka menabrakkan diri ke armada laut Amerika atas nama kebanggaan kekaisaran Jepang. Dikenal dengan nama Kamikaze Suicide Bomber atau Kamikaze Pilot, sebuah strategi perang yang di lancarkan pada tahun 1944 menjelang akhir perang dunia ke-II. Melibatkan 3000 pilot pesawat tempur Jepang yang menenggelamkan sejumlah kapal Amerika dan menewaskan hampir 5.000 personil armada pasukan laut Amerika.

Taktik militer ini mengadaptasi badai angin topan yang menghancurkan armada serangan Mongolia ke Jepang di abad 13, 3500 kapal yang mengangkut pasukan Mongol hancur dan gagal. Tujuh tahun kemudian, badai kembali mengagalkan upaya invasi Mongolia. Sejarah menempelkan keberuntungan mereka pada kamikaze atau angin tuhan, dimana hampir 700 tahun kemudian nama itu menjadi nama skuadron penghancur pesawat bunuh diri Jepang.

Saat itu para petinggi militer Jepang sudah putus asa, mereka sudah kalah persenjataan, jumlah dan teknologi. Suatu waktu pada bulan Juni 1942, Jepang kehilangan banyak penerbang yang direncanakan akan melatih di sepanjang tahun sebelum perang. setelah mendapatkan ijin untuk membuat pasukan khusus bunuh diri dengan catatan hanya merekrut mereka yang sukarela melakukannya meskipun pada kenyataannya mereka diperintahkan untuk itu. Jepang mendapatkan pilot baru yang layak dalam waktu cepat namun kurang memadai dan menempatkan mereka di pesawat yang sudah tua, mereka adalah para tentara remaja yang sebelumnya mendapat perlakuan keras. Secara resmi, “latihan” yang brutal terebut bertujuan untuk menanamkan “semangat juang” pada tentara.

Seorang bernama Ichijo Hayashi menuliskan surat pada April 1945 beberapa hari sebelum kematiannya sebagai pilot kamikaze, “saya merasa senang mendapatkan kehormatan terpilih sebagai pasukan serangan khusus yang sedang dalam perjalanan ke medan perang. tapi saya tidak bisa berhenti menangis ketika memikirkanmu, ibu, ketika saya merenungkan harapapanmu untuku di masa depan.. saya merasa sangat sedih mengetahui bahwa saya akan mati tanpa memberikan suka cita untukmu ibu”.

Semangat bunuh diri Kamikaze erat hubungannya dengan tradisi samurai yakni Bushido atau tradisi “jalan seorang ksatria”. Mereka para pilot Kamikaze diperintahkan untuk melakukan hal tersebut dan penolakan akan menumpuk malu bagi keluarga mereka, mereka tidak ingin melakukannya namun tidak memiliki banyak pilihan karena bahan bakar pesawat hanya cukup untuk perjalanan satu arah.

Seberapa efektifkah kamikaze suicide bomber bagi Jepang? menurut angkatan udara Amerika, Hampir tiga ribu serangan kamikaze berlangsung, berusaha untuk merusak 368 kapal, 34 dari mereka tenggelam, sementara serangan tersebut membunuh 4.900 tentara angkatan laut dan melukai 4.800 lainnya, tetapi hanya sekitar 14% pilot kamikaze yang berusaha menabrakkan diri ke kapal laut Amerika. Dalam arti, kamikaze pilot lebih banyak mengincar pesawat, hal ini bisa dibilang sukses mengingat amerika saat itu sudah memiliki radar dan jumlah pesawat yang banyak dibanding 3000 pasukan kamikaze yang jam terbangnya masih minim dan tidak berpengalaman bersama pesawat tua yang diterbangkannya.


foto: redicecreations, daylandoes

(ADP)