Event Kampus Kebudayaan Jepang Terbesar, Gelar Jepang UI ke-21

Event kampus yang bertemakan kebudayaan Jepang terbesar di Indonesia, Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-21, dengan sukses telah diadakan akhir pekan kemarin. Event tahunan yang berlangsung selama tiga hari yakni 7-9 Agustus 2015 di Pusat Studi Bahasa Jepang dan Boulevard Universitas Indonesia Depok, tidak hanya dihadiri oleh para “otaku” ibukota, melainkan mereka yang datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Yogyakarta, dan lainnya. diluar ekspektasi, venue yang digunakan untuk event seakan tidak muat menampung para pengunjung dengan berbagai atribut mereka.


Orkes Simfoni Mahawaditra Membuka Gelar Jepang 21 di Auditorium Pusat Studi Jepang UI


Beragam Permainan Tradisional di Halaman Pusat Studi Jepang UI


booth makanan dan merchandise di hari pertama


Hari pertama dan kedua, event berlangsung di Pusat Studi Bahasa Jepang Universitas Indonesia. seperti festival pada umumnya, tempat tersebut dimanfaatkan sebagai venue untuk aktivitas festival lengkap dengan dekorasi yang tentunya khas festival di Jepang seperti hiasan bunga sakura, dekorasi tanabata, dan para maskot untuk Gelar Jepang UI ke-21 tersebut. penyelenggara memanfaatkan halaman, ruang kelas sampai ruang auditorium untuk berbagai aktivitas festival seperti orchestra anime, seminar film Jepang, Permainan tradisional Jepang, bermacam workshop, photo booth yukata, kompetisi Karaoke, kompetisi Yu Gi Oh!, dance cover competition, lomba makan makanan Jepang, berbagai eksibisi, hingga rumah hantu Jepang Obakeyashiki. Cukup mengejutkan, tidak terdapat dalam rundown acara boy band asal Jepang Addiction tampil di panggung bazaar luar dan membuat para pengunjung wanita menjerit-jerit kegirangan pada hari pertama.


Beberapa Pengunjung Gelar Jepang UI 21 di Pusat Studi Jepang


Penampilan Addiction membuat pengunjung wanita menggila



Berbeda dengan hari pertama dan kedua yang tidak dikenakan biaya untuk masuk kedalam event alias gratis, pada hari ketiga event Gelar Jepang UI ke-21 berpindah venue ke boulevard Universitas Indonesia dan para pengunjung akan dikenakan biaya untuk tiket masuk sebesar 20.000 Rupiah. Meskipun harus membayar, hal itu tak menghalangi para “otaku” untuk bisa hadir pada hari terakhir event tersebut dimana menjadi puncak kemeriahan dari keseluruhan event. Antrian loket tiket untuk masuk dalam event telah dipenuhi orang kurang lebih sepanjang 500 meter ketika acara akan dimulai di boulevard UI, hal ini menyebabkan pembukaan event yang berlangsung di panggung utama oleh MC tidak dihadiri banyak pengunjung karena mereka tertahan di loket tiket dan pintu masuk.


booth-booth di Gelar Jepang 21



demo membuat mochi dan arak-arakan omikoshi


Tokusatsu Performance di Panggung utama Gelar Jepang UI 21


Layaknya festival, venue sepanjang boulevard UI dipenuhi booth-booth mulai dari merchandise, makanan, sampai workshop yang tentunya lekat dengan pop-culture Jepang. selain booth makanan dan merchandise yang menjadi sasaran banyak pengunjung juga terdapat booth kebudayaan tradisional Jepang seperti Omikoshi, kaligrafi kanji, dan demo membuat mochi yang lalu dibagikan kepada para pengunjung yang hadir. Beragam hiburan-pun disediakan di panggung utama oleh penyelenggara dari musik, dance, sampai tokusatsu performance, beragam pengunjung datang dari berbagai komunitas yang berkaitan dengan Jepang. tentunya dalam festival Jepang seperti ini terdapat kompetisi cosplay dan costreet, tak heran banyak dari mereka yang datang dengan mengenakan kostum-kostum layaknya karakter anime Jepang populer seperti Naruto, Deat-note, Tokyo Ghoul, dan berbagai karakter lainnya. ini menjadi pemandangan yang sangat umum di beberapa festival yang bertemakan budaya Jepang.


Cosplay dan Costreet di Gelar Jepang UI 21 hari ke-3


Silent Siren sebagai guest star di Gelar Jepang UI ke-21


Panggung utama menjadi pusat perhatian ketika pengumuman pemenang lomba cosplay, miss kawaii dan kontes lainnya serta para penampil baik band ataupun dance beraksi dari siang hingga malam hari. penampilan dari band yang diimpor langsung dari Jepang dan berpersonil semua wanita “Silent Siren” menjadi penarik perhatian utama di malam hari. sorak-sorai pengunjung menyambut meriah penampilan Suu, Hinanchu, Ainyan dan Yukarun ketika mereka menghantam panggung dengan irama pop-punk ala mereka. seperti tahun-tahun sebelumnya kemeriahan event Gelar Jepang Universitas Indonesia ke-21 kemarin, juga ditutup dengan tarian Bon Odori dan Hanabi atau pesta kembang api yang juga ditunggu-tunggu oleh para pengunjung yang hadir dalam event tahunan tersebut.






(ADP)