Manajemen AKB48 Tersandung Masalah Pajak dan Denda

Kabar kurang mengenakkan datang dari manajemen salah satu idol group yang paling terkenal di dunia yakni AKB48, setelah perusahaan manajemen AKS dimana AKB48 bernaung gagal untuk melaporkan lebih dari 400 juta yen dalam pengeluaran untuk jangka waktu tiga tahun sampai November tahun lalu, hal tersebut membuat mereka harus berurusan dengan otoritas pajak.

Biro Perpajakan Daerah Tokyo mengungkapkan pada hari Senin (31/8) bahwa agency dari idol group tersebut, AKS, tidak menyatakan biaya yang berkaitan dengan masalah keuangan seperti biaya sewa dan transportasi. Berdasarkan laporan tersebut, AKS tidak berbuat banyak untuk menyembunyikan biaya yang bersangkutan. "Kami memiliki perbedaan pendapat tentang apa yang harus dimasukkan dalam laporan", kata AKS, “tapi sekarang bahwa kantor pajak telah menunjukkan hal ini, kita akan mengajukan lagi”.

Selain itu AKS dilaporkan sebagaimana biaya jumlah uang yang dibayarkan untuk menutupi sewa akomodasi dari member AKB48. Tapi biro perpajakan memutuskan uang tesebut dilaporkan sebagai imbalan harus dianggap sebagai sumbangan.

Ini bukan pelanggaran pertama yang muncul menyangkut kelompok pop tersebut. Pada bulan Maret, sebuah tabloid mengungkapkan bahwa salah satu mantan manajer kelompok telah mengambil gambar gadis member group secara diam-diam di kamar mereka berganti pakaian. Skandal lain yang terkait dengan manajemen yakni kepemilikan dan penggunaan narkoba dan urusan terlarang.

Setiap dari 138 anggota dalam kelompok dan unit afiliasinya juga dibatasi oleh aturan moral yang ketat, meskipun ini merambah bidang porno tidak pernah terdengar untuk mantan anggota. Pada 2013, anggota Minami Minegishi mencukur kepalanya dan memposting sebuah video ke internet dimana ia minta maaf karena memiliki pacar.



(ADP)