Otattos (Otaku Tattos) Jadi Semakin Populer di Jepang


Adalah fakta bahwa tattoo meski telah mulai diterima oleh generasi muda, sebagian besar orang di Jepang masih menganggap itu sebagai hal tabu. selebriti Jepang kadang-kadang muncul di kamera memamerkan tattoo yang mereka miliki, yang telah membantu bentuk seni ini mendapatkan kaki di pintu dunia fashion. Tetapi jika Anda melihat kembali sejarah Jepang, ada hubungan yang mendalam antara tato dan kejahatan yang terorganisir (yakuza), yang lalu membuat penolakan kolektif diantara masyarakat. Namun, bentuk baru dari tato, yang mengacu pada budaya pop Jepang anime dan otaku membantu mengubah citra tattoo di negeri samurai biru tersebut.

Trend ini dapat ditelusuri kembali di tahun 2010, ketika klien datang ke seorang seniman tato berbasis di Yokohama meminta tattoo Fate Testarossa, protagonis dalam serial anime. Setelah selesai pelanggan tersebut memposting foto di sebuah forum dan menjadi viral. "Pada awalnya menyebutnya 'itattoo' (dari kata ita, yang berarti sakit) namun secara bertahap berubah menjadi “otattoo”, dikatakan seniman tattoo Aki-Bonten.

Berbeda dengan tato tradisional, yang cenderung gelap, menakutkan dan mengintimidasi, otattoos lebih ceria, warna-warni dan non-mengancam. Ini salah satu alasan bahwa mereka secara bertahap menjadi lebih diterima, bahkan di Jepang.


Aki-Bonten

Sering dikaitkan dengan naiknya popularitas otattoos, Aki mulai mempelajari seni tinta pada usia 20. Dua tahun kemudian ia mulai bekerja secara profesional sebagai seniman tato. Pada tahun 2004 ia membuka studio tato sendiri Diablo Art di Yokohama. Selain tato ia juga memainkan bass di sebuah band bernama Days Of Oblivion.

Hory Benny


artis lain yang terkait dengan gerakan otattoo adalah Hori Benny, yang lahir di Minneapolis tapi pindah ke Jepang pada tahun 2002. Dia menetap di Osaka, di mana ia magang untuk seorang master selama 10 tahun. Pada tahun 2014 ia membuka toko tato sendiri di Osaka disebut Invasion Club. Dia juga baru-baru ini turut menulis buku tentang tattoo Jepang.








foto: rocketnews24

(ADP)