Turis Dituduh Mencuri Di Minimarket Jepang

Pernah dengar pepatah “Kebebasan itu tidak gratis”? Di Jepang, teh gratis pun tidak gratis.

Kita nggak bisa menerima bahasa Inggris menurut artinya begitu saja, di Jepang. Sama saja seperti kita membaca bahasa Inggris yang gagal di berbagai pelosok di Indonesia. Seorang pengguna twitter dengan akun @domoboku menyaksikan penggunaan bahasa Inggris yang aneh dan berujung pada pertengkaran sengit di dalam sebuah mini market di Jepang.

@domoboku, yang berkebangsaan Jepang, suatu siang datang ke mini market ini ketika seorang non-Jepang namun jugaorang Asia baru saja minum dari sebuah botol teh yang ia ambil dari rak tanpa membayar. Terlibat dalam pertikaian dengan penjaga toko, orang Asia itu berteriak, “Apa salahku?”

Penasaran dengan debat tersebut, @domoboku melihat teh di dalam rak yang persis dengan yang diambil orang Asia tersebut, dan tiba-tiba ia paham mengapa terjadi kesalahpahaman.

Sumber Foto: rocketnews

Melintang dengan besar di label botol, teks berbahasa Inggris berbunyi
Free Tea, yaitu sebuah merk yang diproduksi dan didistribusi

oleh perusahaan minuman Jepang Pokka Sapporo.

Sumber Foto: rocketnews

Bagaimana minuman ini berjudul demikian? Nama ini ada hubungannya dengan ekstrak GABA yang ada dalam teh itu. Pokka Sapporo menyatakan bahwa minuman ini memberi efek menenangkan, dan memberi judul “Free Tea” dengan harapan minuman ini memberi orang kebebasan dari stress dan frustrasi. Hal ini bisa dipahami @domoboku karena deskripsi pada botol itu menggunakan kata berbahasa Jepang kaihou (artinya “free/merdekadan ditulis 解放 dalam huruf kanji).

Sayangnya, dalam bahasa Inggris, kalau ada kata “free” pada benda mati, kata itu tidak berarti “bebas” atau “merdeka”, namun artinya “gratis”. It’s written right there on the label, so let me have it!(“Jelas tertulis pada labelnya, jadi biarkan aku mengambil minuman itu dong!”) tegas orang Asia itu. Setelah dijelaskan bahwa itu adalah nama merk minuman itu, si Asia berargumen Kalau begitu toko ini harusnya mengganti label itu!” (AOZ)