Sisi Gelap Otaku, Berkaitan dengan Pembunuhan Berantai : "Otaku Killer"

Otaku adalah istilah bahasa Jepang yang digunakan untuk menyebut orang yang betul-betul menekuni hobi. Lalu semenjak tahun 1990-an, istilah Otaku mulai dikenal di luar negeri untuk penggemar berat anime dan manga. Namun pengertian Otaku dalam bahasa Jepang adalah sebutan untuk orang yang tidak memiliki kehidupan sosial.

Tapi pernahkah kamu mendengar Otaku Killer ?

Otaku Killer bukanlah orang-orang yang secara gila-gilaan menyukai anime atau pun manga. Tetapi Otaku Killer adalah sebutan untuk seorang pembunuh berantai sadis yaitu Tsutomu Miyazaki, karena hal ini para Otaku seringkali terdiskriminasi oleh masyarakat.

Sumber: Infomania.com

Tsutomu Miyazaki lahir di Saitama pada 21 Agustus 1962. Dia dikabarkan sebagai pembunuh berantai, tapi tidak hanya itu dia ternyata juga merupakan seorang kanibal dan penderita nekrofilia. Miyazaki lahir dengan cacat fisik akibat lahir premature, yaitu telapak tangan dan jari-jarinya menyatu. Karena hal itulah dia menjadi anak yang pendiam dan pemalu. Bahkan keluarganya sendiri tidak memperlakukannya dengan baik. Dia hanya mendapatkan kasih sayang dari kakeknya, yang ternyata sudah meninggall terlebih dahulu pada 1988.

Semenjak meninggalnya sang Kakek, Miyazaki menjadi depresi sampai-sampai dia memakan sebagian abu kremasi kakeknya. Dan semenjak itulah dia mulai melakukan pembunuhan berantai.

Yang lebih sadisnya lagi ketika dia membunuh para korbannya, dia juga mengambil potongan tangan atau pun kakinya untuk disimpan dalam lemari sebagai trofi. Tidak sampai disitu dia bahkan juga memutilasi korbannya, dan meminum darah korban dan memakan dagingnya.

Sumber: Apakabardunia.com

Pada tahun 1989, Miyazaki pun ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual pada gadis di bawah umur. Semenjak itulah polisi menemukan bukti atas segala kejahatan yang dia buat, para polisi juga menemukan ribuan kaset anime serta manga, khususnya manga porno atau “hentai”. Karena itulah dia disebut sebagai Otaku Killer yaitu dengan kebiasaannya membaca manga yang diduga menjadi penyebab dia menjadi pembunuh berantai.

Menurut pengakuan para keluarga keluarga korban, Miyazaki seringkali menelpon mereka. Namun ketika telepon tersebut diangkat, Miyazaki hanya diam tanpa mengutarakan sepatah katapun. Tetapi jika tidak diangkat, maka telepon akan terus berbunyi hingga 20 menit tanpa henti.

Selama persidangan, Miyazaki selalu menyalahkan alter egonya (kepribadian ganda) bernama “Rat Man” yang melakukan pembunuhan sadis itu. Bahkan dia juga menggambar Rat Man dalam bentuk manga. Miyazaki pada akhirnya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi dengan cara digantung pada 2008.


(Fa)