​Jalan-jalan ke Luar Negeri Menggunakan Perangkat VR

Telah dibuka “Bandara Internasional” baru pada Desember tahun lalu ditengah daerah padat Ikebukuro Tokyo. bukan bandara sesungguhnya melainkan ‘First Airliness’, fasilitas hiburan yang menirukan perjalanan ke luar negeri menggunakan perangkat virtual reality (VR) di dalam ruangan yang di buat menyerupai kabin pesawat.

Menawarkan pengalaman perjalanan layaknya perjalanan sungguhan, itu di set sedemikian rupa mulai dari kursi yang biasa kita temukan di pesawat sampai pelayan yang melayani datang menggunakan pakaian pramugari. "Ladies and gentlemen, pesawat akan berangkat menuju Bandara Charles de Gaulle di Paris", Lampu di ruangan redup, dan kebisingan dari mesin besar menggema, suasana realistis akan membuat pengunjungnya lupa bahwa mereka tengah berada di dalam ruangan sebuah bangunan.

Setelah "lepas landas", pelanggan menggunakan perangkat VR untuk melihat pemandangan kota dari tempat yang mereka tuju. Layaknya perjalanan jauh menggunakan pesawat, makanan maskapai penerbangan yang dimasak oleh koki profesional disajikan untuk menyenangkan para "penumpang," yang didominasi kaum wanita.

Layanan yang menawarkan pengalaman terbang ke luar negeri ini sengaja dibuat dengan harapan memberikan pengalaman yang luar biasa untuk orang-orang, seperti yang dikatakan Hiroaki Abe yang mewakili perusahaan yang menjalankan bisnis ‘First Airliness’.

Maskapai VR ini beroperasi dua kali sehari pada hari kerja, kecuali hari Senin, dan tiga kali sehari pada akhir pekan dan hari libur nasional. "Pesawat" dilengkapi dengan 12 kursi - delapan kursi kelas pertama dan empat kursi kelas bisnis - dan terbang ke New York, Paris dan Roma. menurut perusahaan itu, Sebanyak lebih dari 1.000 penumpang telah naik ke sejauh ini, dan kursi hampir penuh sudah dipesan sampai bulan April.

Beberapa penumpang memulai percakapan dengan sesama ‘traveler’ lain dan menemukan kesamaan satu sama lain, ini merupakan aspek lain dari pengalaman yang ‘First Airlines’ tawarkan. Tempat itu memiliki potensi untuk terbang lebih tinggi sebagai fasilitas yang menawarkan pengalaman baru dan sesuatu yang berbeda dari bioskop dan restoran.







foto: yoimuri shimbun

(ADP)