Restoran Jepang ini Hadirkan Robot Meja Lucu untuk Layani dan Hibur Pelanggan


Salah satu franchise restoran keluarga di Jepang ‘Coco’s’ telah bekerjasama dengan seorang kreator android dan robot ‘Hiroshi Ishiguro’, untuk menghadirkan robot yang ditempatkan di masing-masing meja restoran dan digunakan sebagai hiburan untuk para pelanggan selagi menunggu pesanan mereka dibuat dan dihidangkan.


Robot kecil lucu itu diuji pertama kalinya restoran Coco’s cabang Hiyoshi, Yokohama, dari 29 Maret hingga 4 April lalu. Mengenakan kostum koki berwarna putih, robot berusaha untuk berkomunikasi dengan anak-anak dan anggota keluarga lainnya untuk membuat waktu yang dihabiskan untuk menunggu terasa lebih cepat. Tiga robot berukuran sekitar 30cm tinggi ditempatkan pada meja yang berbeda di restoran, dan telah berinteraksi dengan total 57 keluarga dan kelompok (atau sekitar 150 orang).

Robot-robot itu adalah Sota dan CommU, di mana keduanya merupakan robot yang dikembangkan di laboratorium robot oleh Ishiguro di Universitas Osaka yang bermitra dengan perusahaan yang bergerak di bidang serupa Vstone. Para pelanggan restoran berkomunikasi dengan Sota dan CommU menggunakan bantuan perangkat tablet.

Laporan pers Jepang tentang hal ini seluruhnya menyantumkan bagaimana robot secara ramah menerapkan “omotenashi”, yang menjadi kata kunci atau slogan untuk Olimpiade mendatang . Apa yang banyak orang Jepang rencanakan akan hal-hal ini tampaknya tidak memberikan kesadaran bahwa wisatawan asing tidak bagitu peduli akan ‘gimmicks’ tersebut sebagai omotenashi yang sebenarnya: robot hanya akan menjadi sesuatu yang aneh/unik untuk ditertawakan dan memposting itu di Facebook.

Coco’s berharap bahwa instalasi ini akan menjadi suatu yang permanen menjelang 2020, yang diawali dari satu cabang lalu berkembang hingga ke cabang lainnya. sebagaimana keunikan robot akan dimanfaatkan untuk memberikan ‘omotenashi’ bagi turis asing, mereka dapat diprogram untuk berbicara beberapa bahasa dan berkomunikasi dengan berbagai demografi dengan cara yang berbeda.






foto: asahishimbun

(ADP)