Manipulasi Facebook Terhadap Newsfeed Anda

Mashable terang-terangan menyuruh kita menghapus Facebook dari hidup kita karena alasan-alasan yang sudah sering kita dengar, dan intinya adalah karena Facebook buruk bagi anda. Inilah mengapa:

Siapa diantara kita yang tidak merasa terancam saat hendak me-nonaktifkan akun Facebook? Dorongan untuk tetap menggunakan Facebook bersifat universal, dan ya, hampir 2 juta pengguna Facebook merasa terancam saat hendak menonaktifkan akun mereka. Seolah hidup akan berakhir begitu kita keluar untuk selamanya dari Facebook. Bahkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg juga tidak lepas dari rasa terancam ini.

Filter bubbles

Filter bubbles adalah langkah baru Facebook yang tidak diketahui banyak orang. Tahukah anda apa itu filter bubbles? Itu adalah sebuah alat digital yang mengkategorikan perackapan di antara orang-orang yang berpikiran sama atau sepaham. Artinya hanya mereka yang punya opini dan selera yang mirip dengan anda yang akan muncul di halaman feed anda.

Bisakah anda bayangkan betapa bahayanya dikelilingi hanya oleh orang-orang yang berpikiran sama dengan anda – di platform media sosial? Bayangkan jika tidak pernah ada orang yang menantang atau melawan argument anda, karena kalian semua percaya pada satu hal yang sama… tapi bagaimana jika keyakina itu buruk? Atau membahayakan orang lain? Atau rasis dan seksis?

Walau kalimat yang dilontarkan pendiri dan CEO Facebook sangatlah mulia, “Untuk membuat dunia lebih terbuka dan terhubung”, itu hanyalah misi perusahaan yang menuju profit lebih besar. Kenapa Facebook tidak membiarkan orang melihat dunia apa adanya tanpa ditutupi dan dikategorikan, toh itu akan lebih mudah bagi Facebook dan tidak membutuhkan alat digital khusus.

Facebook sangat bertanggungjawab untuk fenomena Berita Palsu yang membuat orang muak.


Sumber Foto: takepart

Karyawan Facebook rela mendemonstrasikan bagaimana perusahaannya melakukan riset pengguna. Riset ini menjerumuskan Facebook ke dalam ranah hukum pada tahun 2014 karena cara menelirinya adalah dengan memanipulasi newsfeed penggunanya dengan memasukkan postingan-postingan motivasi maupun yang depresif untuk melihat pengaruh pada penggunanya. Intinya, Facebook penasaran jika aplikasi ini bisa membuat penggunanya sedih. Jadi mereka melakukannya. Itu benar-benar cara aneh yang pernah dilakukan sebuah perusahaan media sosial.

Facebook membuat kita sedih.

Selain itu, berada di Facebook memaksa penggunanya untuk merasa sedih, menurut studi yang diterbitkan di Computers in Human Behavior tahun 2014.

Para peneliti psikologi sosial menemukan kalau mengkonsumsi informasi secara pasif bersifat tidak memuaskan, membuat orang merasa tidak berguna, apalagi di Facebook. Partisipan penelitian ini, penelitian bertajuk Computers in Human Behavior , mengalami penurunan mood yang tajam setelah scrolling di laman Facebook. Menariknya, mereka tidak merasakan penurunan mood setelah browsing di internet. Efek penurunan pada kesehatan mental di Facebook unik dan mengundang penelitian.

Opini ini bukanlah opini penulis anibee, namun hanya melansir dari Mashable yang mengungkapkan kenapa kita sebaiknya pergi untuk selamanya dari Facebook. (AOZ)