4 Fakta Seputar Generasi Z Pada Penggunaan Social Media

Picture Source: strategymanagement.net


Apa itu Generasi Z? yaitu setiap orang yang lahir pada tahun 1995 atau setelahnya. Lebih jelasnya, mereka yang tumbuh dan diperkenalkan di usia mudanya dengan perangkat, aplikasi, dan segala macam social media yang kita gunakan saat ini. Menariknya banyak Generasi Z saat ini sangat gila dengan social media dan memiliki segala macam social media, namun ada yang tidak sadar bahwa sebenarnya Generasi Z juga menyimpan sesuatu dibalik kepemilikan social media pribadinya.

1 > Mereka Mempunyai Rahasia

Kepribadian yang mereka tunjukkan di social media juga mereka takutkan. Ketakutan ini adalah rasa takut jika diketahui oleh orang tuanya, atau menjadi penyebab mereka ditolak di sebuah perusahaan dan universitas. Oleh karena itu Gen Z sangat paham dan peduli mengenai pengelolaan identitas pribadi pada social media. Tidak jarang diantara mereka membuat dua akun dengan nama lain yang sulit untuk ditemukan. Mereka pun membaginya dalam dua bagian yaitu “rinsta”, untuk akun asli mereka, dan “finsta” untuk akun palsu atau yang digunakan untuk berhubungan dengan teman terdekatnya. Biasanya Finsta digunakan untuk berbagi foto selfie yang buruk atau meme lucu.

Picture Source: timeshighereducation.com

2 > Mereka Tidak Menyukai Iklan Jualan

Kurang dari 25% Gen Z memiliki persepsi positif terhadap iklan online, menurut Millward Brown. Namun bedanya mereka lebih positif terhadap video rewards dalam game mobile dibanding generasi lainnya, ini pun mencapai skor 41 dan 15%. Tetapi mereka sangat menolak format iklan invasive seperti pre-rolls dan pop-up yang tidak dapat dilacak (-36% dan -42%).

Jadi siapakah yang paling dipercayai oleh Gen Z untuk membeli suatu barang? tentunya adalah bintang Youtube, Instagram personal, dan influencer media sosial lainnya. Mereka tidak butuh followers banyak dalam memilih produk, melainkan kualitas seperti keaslian dan tanggapan dari influencer atau selebriti yang mereka ikuti.

3 > Mereka Mudah Bosan

Menurut laporan Sparks & Honey, Gen Z memiliki rentang perhatian rata-rata delapan detik. Sebagai perbandingan, rentang perhatian rata-rata seribu tahun lalu adalah 12 detik. Hal ini pun menjadi penyebab Generasi Z menjadi salah satu demografi yang paling sulit untuk dilibatkan, karena mereka sudah terbiasa melewatkan iklan dan cenderung beralih ke perangkat lain untuk membagi perhatian mereka.

Picture Source: crosswalk.com

4 > Mereka Selalu Ingin Menjadi Bagian Dalam Sesuatu Hal

Berbeda dari Generasi sebelumnya, Gen Z sangat terbuka untuk berbagi pendapat mereka. Dalam laporan IBM tentang perilaku konsumen, sebanyak 42% Generasi Z berpartisipasi dalam tinjauan produk. Mereka ingin menjadi bagian dari komunitas kolaboratif dimana gagasan dan pendapat mudah dipertukarkan. Itu berarti mereka juga terbuka untuk terlibat dalam percakapan dengan bisnis.

Ini berarti Generasi Z merupakan generasi yang aktif dan cenderung terbuka apalagi dalam social media. Mereka pun mampu menempatkan diri dan memilah mana yang baik dan buruk untuk suatu kepentingan. Generasi Z adalah pemikir terbuka dengan kemajuan digital di era sekarang.


(Fa)

Source: blog.hootsuite.com