Proses Pembakaran Lemak Setelah Olahraga

Nama teknis untuk kalori yang terbakar setelah olahraga adalah excess post-exercise oxygen consumption,” atau disingkat EPOC. Kata EPOC sendiri menggambarkan fakta bahwa semakin tinggi intensitas olahraga yang dilakukan, besarnya oksigen yang dipakai untuk membakar kalori juga meningkat. Metabolisme tubuh meningkat dengan drastis ketika kita melakukan olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari cepat, zumba, atau HIIT. Tanda bahwa metabolisme meningkat salah satunya adalah keringat yang banyak. Semakin sering kamu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, semakin cepat turunnya kadar lemak. International Journal of Sports Nutrition and Exercise Metabolism melaporkan bahwa EPOC berfungsi sebagai penyeimbang metabolisme setelah olahraga.

EPOC bukan satu-satunya hal yang berjasa dalam pembakaran lemak. Aspek lainnya yang perlu diketahui adalah produksi asam laktat dari tubuh dan proses hipertropi, atau pembentukan otot.


Sumber Foto: doctorakil

Coba pikirkan: Jika kamu menggunakan ototmu dan memproduksi asam laktat lebih banyak (asam laktat adalah zat kimia yang keluar jika ototmu letih), maka kamu membuat robekan kecil di jaringan otot dalam dan otot itu butuh perbaikan dalam tingkat mikro. Perbaikan ini memakan energy dan memakan protein dalam otot untuk memperbaikinya. Dalam proses ini, olahraga tinggi intensitas juga meningkatkan testosteron (hormone maskulin) secara alami, yang hasilnya adalah lebih banyak otot terbentuk. Jadi, semakin kuat ototmu, semakin sedikit lemakmu karena pembentukan otot itu sendiri dalam prosesnya membakar lemak untuk pemulihan.

Jadi, dengan kata lain, pilihlah olahraga yang akan membentuk ototmu. Jangan takut kamu akan mempunyai otot-otot besar seperti algojo. Kamu bisa memilih olahraga yang akan membentuk otot dalam. Olahraga-olahraga tanpa pemberat akan mengantarkanmu pada tubuh kencang, langsing, dan membakar lemak secara otomatis bahkan setelah kamu berolahraga.

Kunci dari semua keberhasilan adalah konsistensi. Jadi, segera rencanakan olahraga tinggi intensitas dan konsisten dengan rencana tersebut. Semoga berhasil! (AOZ)

Sumber: dr.Axe