5 Cara untuk Menghadapi Trauma dan Lepas dari Keterpurukan

Trauma bagi beberapa orang, kata itu memunculkan gambar ruang UGD dan dokter. Bagi orang lain, mereka mungkin saja mengingat saat orang tua mereka pertama kali mulai berteriak kepada mereka dan itu adalah suatu hal yang mengerikan. Dan bagi orang lain, mungkin mereka trauma akibat suatu perceraian. Trauma dialami oleh semua orang, dengan cara yang berbeda. Trauma bahkan tidak memiliki alat ukur untuk dibandingkan dengan suatu hal, dan kamu tidak bisa membandingkannya dengan rasa sakit yang kamu terima dari orang lain.


"Trauma adalah bagian dari kehidupan. Begitu pula dengan proses pemulihannya".

Trauma, adalah suatu istilah umum yang kita pahami, ini pun masih sulit untuk dipahami. Namun 70% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami trauma, dari orang-orang tersebut 20% mengalami gangguan stress pascatrauma (PTSD)

Meskipun keberadaannya ada dalam kehidupan kita, trauma tidak sama untuk semua orang. Jika ada sepasang muda dan mudi yang sudah bertunangan, dan baru saja berganti pekerjaan, itu bisa jadi suatu hal yang menegangkan, sulit, dan sangat menakutkan. Bagi pasangan wanita ini merupakan sebuah perubahan yang signifikan bagi mereka, karena juga mereka akan pindah ke negara yang berbeda. Ini berarti mereka harus melakukan perubahan karir, dan pasangan wanita benar-benar panik dalam hal ini. Mengapa? Karena baginya itu adalah suatu hal traumatis. Lalu bagi tunangannya, itu adalah sebuah petualangan.

Terlepas dari apa yang anda sebut dengan traumatis, penting untuk mengenal diri anda sendiri. Ingat bahwa apa yang kamu alami bukanlah sebuah kompetisi, tidak perlu membandingkan pekerjaan yang buruk dengan perceraian teman anda.


"Anda harus siap dengan segala sesuatunya, dan menghadapinya. Berdamailah dengan hal itu".

Jika anda menjalani sesuatu yang mengerikan dan traumatis, mungkin itu akan menjadi sulit bagi anda. Tapi ingatlah untuk berdamai dengannya, dan tidak perlu mendramatisir hal itu. Sadarlah, bahwa apa yang anda alami dan betapa mengerikannya itu, akhirnya akan bisa anda kalahkan dan itu akan membuat anda semakin kuat karenanya.


Bagaimana Caranya Berdamai dengan Trauma?

> Fleksibel. Semakin cepat anda menyadari bahwa hidup tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan, semakin tangguh anda nantinya. Anda tidak harus berhenti dan hanya menerima kekecewaan, tapi anda harus menyadari bahwa ini adalah suatu titik untuk menyadari akan suatu kemungkinan.

> Stress berkurang. Orang yang tangguh tahu bagaimana mengatasi emosi mereka, tidak hanya saat trauma terjadi. Cari tahu metode yang sesuai dengan anda (menulis buku harian, terapi, mediasi) dan latihlah secara teratur. Mengerahui bagaimana caranya untuk mengatasi trauma yang kamu hadapi, akan membantu kamu untuk mengatasi hal itu dan kamu akan mudah menjalani kehidupanmu.

> Jangan tolak bantuan. Bila ada masalah, dan handphone mu ramai dengan beragam SMS, Telpon, dan E-mail janganlah diabaikan. Tentunya pula, kamu tidak perlu memalsukan kebahagiaan. Ingat bahwa niat mereka pasti baik untukmu, dan jangan menyuruh mereka untuk pergi.

> Lebih menerima. Menolak sesuatu tidak akan membantu sama sekali, bahkan untuk jangka panjang. Meskipun tergoda untuk berpura-pura tidak terjadi trauma sama sekali dan anda mengabaikannya, itu tidak akan bisa terus ditutupi, karena justru itu akan menyakiti diri anda sendiri. Jadi terimalah kesedihan dan biarkan dirimu sembuh dengan menerima keadaan itu.

> Bersyukur dan bermeditasi. Cobalah untuk mengambil satu hari yang anda gunakan untuk menulis apa saja yang anda perlukan untuk bersyukur, biasanya orang yang melakukan itu hidupnya akan lebih positif. Meditasi pun juga merupakan cara yang bagus untuk menjadi lebih tangguh. Anda bisa menirukannya lewat beragam aplikasi dan video Youtube yang memudahkan anda untuk memulai latihan. Sebuah studi bahwa membuktikan bahwa meditasi membantu untuk membuat jiwa lebih kuat saat menghadapi kesulitan.


(Fa)

Source: lifehack.org