5 Kesalahan Ketika Anda 'Curhat' ke Orang Lain

Image Source: brandingstrategyinsider.com

Setiap orang pasti memiliki masalahnya masing-masing. Sebelumnya Admin Anibee News beritahu kepada anda, untuk jangan menganggap bahwa masalah yang anda miliki itu sangatlah berat dibandingkan dengan masalah orang lain. Karena percaya atau tidak, setiap orang yang memiliki kehidupan berbeda, pengalaman berbeda, dan latar belakang yang berbeda pasti memiliki masalahnya masing-masing sesuai dengan kapasitas yang dia miliki. Jadi jangan berputus asa terhadap masalah yang anda miliki, karena Tuhan memberikan masalah untuk kita karena pasti kita mampu melaluinya.

Tidak sedikit orang yang memiliki masalah memilih untuk bercerita kepada orang lain, baik itu sahabat, teman kerja, atau supir ojek online, dan yang lebih banyak lagi ada dari anda yang pasti selalu bercerita kepada Tuhan saat ada masalah.

Masalah, bukanlah suatu hal yang harus kita hindari. Mereka memang hadir untuk memberikan bumbu yang menarik dalam kehidupan anda. Namun jika anda memang benar-benar ingin bercerita kepada orang lain tentang masalah anda, sebaiknya hindarilah hal-hal berikut ini

1 > Memilih Orang yang Salah Untuk Diajak Bicara

Tidak semua orang sampai hati saat mendengarkan masalah anda. Bahkan ada beberapa orang yang hanya ingin tau dan tidak memberikan solusi sama sekali. Atau lebih parahnya lagi teman anda ‘ember’ ke orang lain.

Mencari orang untuk diajak bicara sebenarnya tidaklah sulit. Anda bisa mencari orang terdekat, atau seseorang yang memang benar-benar peduli meskipun anda sendiri tidak mengacuhkan orang itu. Mereka pasti akan menemani anda disaat anda bercerita sambil menangis, dan bersedia untuk menyiapkan pundak kosong untuk anda bersandar. Tapi ingat untuk tidak terlalu lama bersandar kepadanya, kasihan… nanti dia pegal-pegal…

Image Source: quirckbooks.com

2 > Bercerita Pada Waktu yang Tidak Tepat

Beberapa diantara manusia pasti ada yang memiliki sifat yang heboh saat memiliki masalah, dan berlari-lari kesana-kemari mencari orang yang bisa diajak berbicara. Please… stop it. Itu jika anda tidak ingin dianggap ‘pengganggu’.

Carilah waktu yang tepat untuk berbicara. Bisa saja saat jam istirahat, atau anda bisa ajak teman bicaramu untuk keluar sejenak menikmati udara malam di atap kantor. Apa saja bisa, asal anda tidak mengganggunya saat dia bekerja, belajar, atau saat dia sedang menerima telepon dari mantannya.

3 > Bicara Tanpa Henti, Bahkan Lupa Berkedip dan Bernafas

Anda boleh saja bercerita kepada teman ada. Tapi ada satu hal yang harus dipahami, bahwa anda juga harus menerima setiap masukan yang diberikan oleh teman anda. Jangan potong pembicaraannya saat dia berusaha menolong anda. Dan jangan sampai anda terlalu banyak bicara sehingga membuat teman anda mengantuk mendengarkan dongeng kerajaan dinasti antara anda dengan mantan.

Image Source: boredpanda.com

4 > Yang Anda Ceritakan Sepenuhnya Adalah Komplain

Kehidupan yang anda jalani tidaklah sempurna. Sama halnya dengan kehidupan orang lain. Apakah anda berfikir menceritakan segala masalah anda kepada teman itu akan memecahkan segala masalah? Tentu tidak. Mungkin kalau melegakan iya. Masalah tidak akan berhenti jika anda tidak bangkit dan menyelesaikan masalah tersebut.

Image Source: transom.org

5 > Ucapkan Terima Kasih Kepada Teman Bicara Anda

Entah jika anda terlalu banyak menyusahkannya, atau mencoba membuat dia tetap tersadar di waktu tengah malam. Mungkin yang anda lakukan saat itu hanya berbicara tentang segala masalah yang bahkan teman bicaramu tidak paham apa yang sedang anda bicarakan. Tetapi, tetap saja untuk tidak lupa berterima kasih kepada teman anda.

Mau tahu fakta menariknya?

Sebenarnya masalah yang anda sampaikan kepada teman bicaramu, anda sendiri pun sudah mengetahui jawabannya. Hanya saja anda tidak berani untuk mengambil risiko.

Tetap bangkit dan semangat untuk menghadapi masalah mu. :)


(Fa)