Suka Berpura-pura Sakit? Waspadai Gejala Kelainan Mental

Apakah kamu kenal seseorang yang terus menerus sakit dan bisa tiba-tiba sakit tanpa alasan, bahkan sangat sering dirawat di rumah sakit? Atau mungkin kamu adalah orang itu? Walau sakit sangatlah tidak menyenangkan, tapi harus diakui, perhatian orang-orang yang kamu dapatkan saat kamu sakit kadang membuatmu merasa nyaman, bukan? Nah, hati-hati… salah satu gangguan mental yang jarang dibahas tapi ada dan nyata ini merujuk pada mereka yang suka berpura-pura sakit demi perhatian. Nama dari gangguan mental ini adalah Factitious Disorder.

Sumber Foto: vanderbilt

Gejalanya adalah selalu bertingkah seperti sedang sakit, cedera, atau membesar-besarkan gejala sakit untuk menipu orang lain. Orang-orang yang menderita factitious disorder ini bisa bertindak sangat jauh sampai rela membuat dirinya sakit sungguhan semata-mata hanya demi perhatian.

Tanda-tanda dan gejala factitious disorder di antaranya:

1. Menunjukkan gejala medis dan psikologis yang meyakinkan

Orang yang ingin berpura-pura sakit terlebih dahulu sudah memperhatikan orang yang sakit sungguhan dan mempelajari bagaimana bahasa tubuh dan gejala penyakit itu. Misalnya dia ingin dikira sakit jantung, maka selain sering memegang dada kirinya dengan ekspresi kesakitan, dia juga akan sering mengeluh tangan kirinya kram, dan sebagainya sesuai gejala sakit jantung.

2. Punya pengetahuan akan istilah dan prosedur medis yang cukup baik

Karena terobsesi untuk menjadi sakit, orang-orang ini mencari tahu istilah-istilah dan berbagai nama untuk prosedur kesehatan di internet. Mereka mungkin tidak benar-benar pergi ke Rumah Sakit, tapi ketika ditanya, mereka bisa menjawab sudah menjalani prosedur ini dan itu di Rumah Sakit.

3. Gejala yang tidak konsisten atau tidak jelas

Mereka bisa terkesan “punya banyak penyakit” sesuai mood hari itu ingin dikira sakit apa.

4. Kondisi bisa memburuk tiba-tiba

Namanya juga sakit bohongan. Mereka bisa tiba-tiba “sakit parah” walau tidak ada pemicu kesehatan apapun. Terkadang, keadaan kritis ini muncul ketika dia merasa perhatian yang didapatkan mulai pudar.

5. Tidak mau sakitnya diketahui keluarga. Jika berobat ke dokter, dokter tidak diizinkannya untuk memberi tahu keluarga

Bisa jadi ada kekhawatiran keluarganya akan khawatir dan masalah akan semakin kompleks. Orang yang berpura-pura sakit ini bisa jadi hanya ingin menarik perhatian dari kalangan atau orang tertentu dan tidak mau melibatkan keluarga.

(AOZ)