​Alasan Usia 20an Akhir Terasa Seperti Titik Terhancur dalam Hidup

Alasan Usia 20an Akhir Terasa Seperti Titik Terhancur dalam Hidup (& Kenapa Hal Itu Wajar)

Jadi di sinilah kamu…

Kamu mengantongi ijazah sarjana dan mungkin magister dan siap untuk kehidupan yang lebih baik. Kamu bisa mencium aroma kopi mahal dan aroma kesempatan. Tapi, kita percepat waktu 5 bulan, apa yang terjadi? Kamu tidak pergi terlalu jauh dari keadaan sebelum mengantongi ijazah tersebut.

Pertama, kehidupan sosial.

Sumber Foto: huffington post

Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa terpisah jauh dengan sahabat masa kecilmu? Kenapa kamu tidak bisa berpesta dari Rabu sampai Minggu seperti sebelumnya? Dan mabuk-mabukan bukan terasa sebagai ide bagus saat kamu harus melakukan presentasi esok harinya jam 9 pagi.

Sekarang, pekerjaanmu.

Sumber Foto: theambitionist

Tidak ada orang yang tidak bersemangat kerja jika mendapatkan pekerjaan impiannya, tapi tunggu – pekerjaan ini tidak seperti yang kamu bayangkan! Ternyata pekerjaanmu saat ini tidak menyenangkan dan bukan yang ingin kamu lakukan. Ini pertanyaan yang perlu direnungkan: Apa yang mau kamu lakukan dalam hidup?

Inilah yang disebut Quarter Life Crisis...

Istilah “Quarter Life Crisis” digunakan untuk menggambarkan kecemasan, cobaan, dan kekacauan pikiran pada periode usia perempat hidup. Namun, krisis dalam kehidupan tidak hanya hadir pada usia-usia perempat, tentu saja. Hanya saja, depresi dan kecemasan paling sering menghantam pada usia-usia ini.

Krisis ini terjadi dalam 4 fase…

Studi-studi terbaru psikiatri seperti dari Dr Robinson, Greenwood dan The British Psychological Society mengidentifikasi empat sampai lima fase spesifik dari quarter life crisis:

· Hadirnya perasaanterkunciatauterjebakdalam pekerjaan atau hubungan personalatau keduanya. Perasaan bahwa kamu terjebak dalam kehidupan yang tidak kamu inginkan.

· Fase berikutnya, adalah perasaan atau keinginan melarikan diri. Kamu mulai mencari metode mengubah hidup.

· Fase ketiga adalah ketika kamu benar-benar mulai membangun impian awal agar terealisasi. Mungkin kamu mengambil langkah besar seperti keluar dari pekerjaan.

· Dan pada fase terakhir, kamu berkomitmen pada pilihanmu sendiri.

Artikel ini disadur dari tulisan Praichi Jain, seorang psikolog dan pelatih kepribadian. (AOZ)