33 Festival Tradisional Jepang Masuk dalam Daftar Warisan Budaya UNESCO

Sebuah panel review awal UNESCO merekomendasikan 33 festival tradisional Jepang masuk dalam daftar Warisan Budaya non-Benda, seperti yang dikatakan pejabat dari Badan Urusan Kebudayaan Jepang pada senin (31/10) akhir bulan Oktober. Mendaftar 33 festival yang diatur untuk secara resmi disetujui pada pertemuan di Ethiopia pada akhir November dari Komite Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Organisasi Budaya Antar Pemerintah U.N. (PBB), dan badan internasional biasanya menerima rekomendasi panel tersebut.


Festival, yang sebagian besar dilakukan sejak era Edo (1603-1868), dan diadakan di 18 prefektur di Jepang serta fitur parade yang melibatkan kendaraan hias dibuat dengan kayu dan logam degnan teknik tradisional dan dihiasi dengan produk yang dipernis juga kain warna yang dicelup. Festival diadakan sebagai ungkapan harapan bagi perdamaian dan keamanan serta panen kaya di setiap komunitas, kata lembaga itu.

The Hakata Gion Yamagasa Festival dari Prefektur Fukuoka dan Takayama Matsuri no Yatai Gyoji dari Gifu Prefecture termasuk diantara 33 festival yang masuk dalam daftar. Semua festival telah terdaftar di Jepang sebagai aset budaya takbenda rakyat nasional yang penting.

Di antara 33 festival, porsi parade Yamahoko dari Festival Gion di Kyoto, dan Hitachi Furyumono di Prefektur Ibaraki, ditambahkan ke daftar warisan UNESCO pada tahun 2009. pemerintah telah memutuskan untuk menggabungkan keduanya dengan 31 festival mirip dengan daftar mereka sebagai kelompok dalam daftar warisan UNESCO.

Pendaftaran yang diharapkan dari festival-festival tersebut akan membawa jumlah total item Jepang pada daftar warisan budaya takbenda, kata lembaga itu. Sejauh ini 22 item dari Jepang telah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda.






foto: nippon

(ADP)