Pesan Ancaman yang Meminta Larangan Bermain ‘Pokemon Go’ saat Mengemudi


Kota Ichinomiya di Prefektur Aichi telah menerima setidaknya sembilan surat ancaman yang berisi permintaan pada apikasi permainan ‘Pokemon Go’ untuk menonaktigkan atau mematikan permainan, ketika seorang pemain sedang mengemudikan kendaraan. Surat-surat tersebut datang menyusul setelah kematian seorang anak yang tertabrak oleh sebuah truk. Pemerintah kota setempat menerima beberapa surat berisi ancaman serupa, yang dikirim dari alamat yang berbeda pada Rabu (2/11) ketika media melaporkan tindakan yang dilakukan oleh kota tersebut.

"Kabulkan permintaan ini atau keluarga Anda akan menerima konsekuensinya" seperti isi pesan yang dikutip resmi, dilanjutkan dengan pertanyaan yang juga berupa ancaman. "Apakah Anda ingin melihat gedung perkantoran terbakar?".

Keita Noritake, seorang anak berusia sembilan tahun, secara fatal ditabrak truk saat melintasi jalan di kota pada akhir Oktober. Pengemudi yang berusia 36 tahun, Nobusuke Kawai, kemudian mengaku kepada polisi bahwa dia tengah bermain Pokemon Go saat kejadian, kata polisi. Prefektur Aichi telah mendata total tujuh kecelakaan terkait dengan permainan tersebut, termasuk kasus kematian lainnya.

Pada Jumat (4/11) kota telah meminta perusahaan software yang terletak di Amerika, Niantic Inc, sebagai pengembang game di Jepang pada akhir Juli, untuk menonaktifkan permainan Pokemon Go selain untuk para pemain pejalan kaki.

Permainan yang didasari sistem GPS tersebut mengeluarkan peringatan kecepatan jika smartphone mendeteksi pemain bergerak terlalu cepat, seperti ketika dalam kendaraan yang bergerak, tetapi dapat diberhentikan oleh pemain dengan menyentuh tombol "Saya seorang penumpang" yang muncul di layar.

Menurut pejabat di kota Ichinomiya, pihak kota telah berkonsultasi dengan kepolisian daerah tentang ancaman yang diakibatkan oleh permainan tersebut, dikatakan juga mereka akan terus mengajukan komplain jika permasalahan yang dituntutkan oleh warga kota masih belum diatasi.








foto: japantoday

(ADP)