‘Supermoon’ di Jepang Kemungkinan Terhalang Cuaca Mendung


supermoon di Tokyo


Langit malam Senin (14/11) akan disuguhi sinar terang tambahan, sebagaimana fenomena ‘Supermoon’ atau posisi bulan yang tengah dekat dengan bumi akan terjadi malam ini. dikatakan fenomena langka yang terjadi senin malam tersebut, akan menjadi penampakan bulan terbesar yang pernah ada selama 69 tahun terakhir.

Menurut National Astronomical Observatory of Japan, bulan purnama akan terlihat paling dekat dengan Bumi tahun ini. Diameter bulan akan menjadi 1,14 kali lebih besar dari satu penempakan yang terkecil tahun ini, dan tiga kali lebih besar di area (Jepang). selain itu juga dikatakan bahwa Tidak ada yang akan menandingi ukuran bulan malam ini sampai bulan membuat pendekatan yang sama pada 25 November 2034.

Pada 11:23 waktu Inggris, jarak antara bumi dan bulan akan menutup ke titik terpendek, yang dikenal sebagai "perigee" - jarak 221.525 mil (356.510 km). Beruntung puncak perigee dan puncak purnama pada supermoon 14 November 2016 akan berlangsung saat malam di Indonesia. Sehingga kita yang berada di Indonesia dapat mengamati puncak supermoon karena Bulan sudah berada di atas horison. Lain halnya bagi negara-negara lain yang mengalami puncak perigee dan puncak purnama saat siang. Sehingga tidak bisa mengamati puncak supermoon karena Bulan masih di bawah horison.


Fenomena ‘Supermoon’ disebabkan oleh pemendekan jarak bulan ke bumi, karena obituari elips, dan bulan purnama. Jarak antara bulan dan bumi adalah 384.400 km pada rata-rata tetapi menyempit ke 356.500 km pada hari Senin.






foto: japantoday

(ADP)