Tokyo Marathon 2015 di Jaga Ketat

Lebih dari 10.000 personel, termasuk anggota Kepolisian Metropolitan Tokyo, akan berjaga-jaga pada hari Minggu untuk mengantisipasi kemungkinan serangan teroris di gelaran tahunan Tokyo Marathon 2015. Tahun ini event olah raga tersebut akan berlangsung dibawah tingkat keamanan yang belum pernah dilakukan sebelumnya, langkah ini dilakukan pihak Kepolisian Metropolitan Tokyo untuk menjaga kelangsungan acara dari ancaman teroris, menyusul penyandraan hingga pembunuhan yang dilakukan pihak ISIS terhadap warga Negara Jepang beberapa waktu lalu.


Sekitar 36.000 peserta yang ikut dalam acara tahunan ini akan dilarang membawa botol minuman plastik atau wadah air lainnya. Akan ada pengamanan yang lebih ketat dengan detektor logam dan kamera keamanan lebih banyak dibandingkan dari tahun lalu, selain itu terdapat pula puluhan polisi yang akan ikut berlari bersama peserta lomba marathon tersebut. Sektor publik dan swasta bekerja sama dengan kepolisian Tokyo pada langkah-langkah ini dalam upaya untuk mencegah serangan teroris. Ini akan menjadi ujian penting dari kemampuan Jepang untuk Mengadakan Olimpiade 2020 di Tokyo dan Paralimpiade yang aman dari ancaman teroris.


Larangan Membawa Botol Plastik

Peserta Tokyo Marathon tidak diizinkan untuk membawa wadah air seperti botol plastik, botol air, kaleng dan botol kaca. Jumlah detektor logam akanditambahkan menjadi 50 dari 4 pada acara sebelumnya, dan enam pintu masuk akan dibentuk, meningkat dari 2 pintu masuk pada tahun lalu. Pemeriksaan bagasi akan dilakukan di gerbang pintu masuk untuk menjaga botol-botol minuman agar tidak dibawa sampai garis start. Peserta hanya diperbolehkan membawa minum dari kemasan kertas dan minuman jelly dalam kantong plastic, yang dibatasi jumlahnya sekitar 200-400 mili liter saja.



foto: tokyomarathonfoundation

(ADP)