Menteri Agrikultur Jepang Mengundurkan Diri

Menteri Agrikultur Jepang senin kemarin mengajukan pengunduran diri dari jabatannya setelah munculnya pertanyaan keterlibatannya atas kontribusi pendanaan politik, Koya Nishikawa mengundurkan diri dari jabatan menteri kepala bidang agrikultur, kehutanan, dan perikanan mengatakan ia ingin menghindari gangguan pada proses hukum yang berlaku di parlemen.

Pertanyaan muncul atas dugaan sumbangan sebesar 1 juta yen ke partai democrat liberal yang dipimpin oleh Nishikawa dari sebuah perusahaan yang dijalankan oleh asosiasi produsen gula yang telah menerima subsidi pemerintah.


"Tidak peduli berapa kali saya menjelaskan situasi in, jika orang tidak mengerti maka mereka tidak akan mengerti," kata Nishikawa kepada wartawan. "Sama sekali tidak ada konflik dengan hukum, tapi orang-orang masih bisa menggunakan ini untuk menodai citra saya”, Nishikawa dan pejabat pemerintah lainnya sebelumnya mengatakan telah mengembalikan uang tersebut.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah menolak rencana Nishikawa, tetapi pada akhirnya menerima pengunduran diri Nishikawa itu. "Dia bertekad untuk berhenti, dan saya harus menghormati keinginannya. Hal tersebut itu benar-benar disesalkan,” kata Abe. Dia mengatakan dia meminta anggota parlemen Yoshimasa Hayashi, yang didahului Nishikawa sebagai menteri pertanian sebelum perombakan kabinet pada bulan September, untuk melanjutkan pos yang ditinggalkan Nishikawa.

Abe memuji Nishikawa untuk bekerja pada reformasi pertanian dan upaya Jepang terhadap membentuk pakta perdagangan pan-Pasifik, yang disebut Kemitraan Trans-Pasifik. Perlindungan Jepang industri gula adalah salah satu dari lima daerah sensitif dalam negosiasi dengan AS terhadap perjanjian perdagangan.

Skandal pendanaan politik adalah masalah kronis dalam politik Jepang dan pertanyaan atas situasi Nishikawa yang muncul musim gugur yang lalu. Dua menteri lainnya di Kabinet yang dibentuk Abe dalam perombakan September lalu berhenti atas tuduhan pendanaan. Tapi dia tetap menunjuk sebagian besar menteri lainnya, termasuk Nishikawa dalam Kabinet yang diumumkan menyusul pemilihan umum pada bulan Desember.



(ADP)