4 Tahun Gempa dan Tsunami Jepang

Orang-orang di Jepang memperingati empat tahunnya bncana gempa bumi dan tsunami yang melanda timur laut Jepang pada Maret 2011 silam. Gempa dengan kekuatan 9.0 skala ritcher memicu terjadinya ombak besar setinggi 10 meter, Tsunami menyebabkan kerusakan yang luas di sepanjang Pantai Pasifik. Polisi mengatakan, sekitar 18.500 orang dinyatakan tewas dan hilang, setidaknya 3.200 orang meninggal saat mencoba melakukan evakuasi dari rumah mereka.

Menurut pemerintah Jepang, saat ini hampir 230.000 masih tinggal di rumah sementara sejak februari. Rencananya pemerintah akan membangun sekitar 30.000 unit perumahan untuk para korban yang masih tinggal di rumah sementara, namun rencana tersebut saat ini baru rampung 19% sejauh ini. Pembongkaran pembangkit nuklir Fukushima Daichi yang lumpuh disebabkan oleh bencana tersebut merupakan beban terbesar untuk Jepang.

Para pekerja bersama dengan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) masih berjuang untuk mengatasi air yang terkontaminasi penumpukan radioaktif di area tersebut. Pihak eksekutif perusahaan telah merencanakan akan membereskan hal tersebut pada akhir maret, namun mereka juga mengatakan rencana yang telah mereka jadwalkan tersebut nampaknya tidak bisa terpenuhi.

Pihak berwenang mengatakan, setidaknya akan memakan waktu hingga 40 tahun untuk menonaktifkan pabrik tersebut. Terdapat juga kekhawatiran akan terjadinya beberapa kemungkinan delay, yang paling sulit dilakukan dalam proses ini ialah menghilangkan bahan bakar nuklir cair.

Pemerintah pusat dan daerah berencana untuk menyelesaikan pekerjaan dekontaminasi untuk daerah terutama perumahan pada bulan Maret 2017. Namun para korban selamat takut bahwa kepentingan masyarakat dalam masalah ini dapat berkurang dari waktu ke waktu.

foto: hurriyetdailynews

(ADP)