Turis Jepang Tewas Pada Serangan Teroris di Museum Nasional Bardo

Wisatawan asing dibuat panik rabu kemarin saat teroris menyerang sebuah museum di ibukota Tunisia dan menewaskan 19 orang, menurut saksi mata yang ada ditempat mereka (teroris) menembaki apapun yang bergerak. Para teroris yang menggunakan seragam militer menembaki para turis asing yang menaiki sebuah bus di Museum Nasional Bardo dengan senjata otomatis laras panjang, para teroris tersebut menerjang masuk untuk mengambil Sandra namun mereka tewas dalam baku tembak melawan pasukan keamanan disana.

Akibat dari serangan tersebut menyebabkan 17 orang turis meninggal dan 44 orang lainnya menderita luka yang serius, pejabat pemerintahan di Tokyo mengonfirmasi bahwa 3 wisatawan asal Jepang tewas dan 3 lainnya menderita luka tembak dalam peristiwa tersebut. Selain dari Jepang, para korban juga terdapat dari Negara lain seperti Italia, Columbia, Spanyol, Austrralia, Polandia dan Prancis.

Pihak berwenang disana telah luncurkan perburuan untuk mencari 2-3 antek dari teroris yang tewas dalam serangan tersebut. Menteri luar negeri Jepang Fumio Kishida mengatakan, tindakan pengecut seperti terorisme tidak akan pernah dapat di toleransi, Jepang akan bekerja sama dengan masyarakat internasional untuk memerangi terorisme, tambah Kishida.

Turis Jepang telah menjadi korban dalam sejumlah serangan teroris di seluruh dunia. Pada November 1997, militan Islam menyerang sekelompok turis di Mesir Luxor, menewaskan sekitar 60 orang, termasuk 10 turis Jepang. Pada bulan Oktober 2002, ekstremis Islam meledakkan bom mobil di pulau Bali, Indonesia, menewaskan 202 orang, termasuk 2 turis Jepang. Juga di Bali, pada bulan Oktober 2005 pembom bunuh diri yang ditargetkan 3 restoran dan menewaskan 20 orang, termasuk satu turis Jepang.

foto: cnn

(ADP)

Related Article