Serikat Nelayan Melepaskan Bayi Salmon di Sungai Tomoika Gawa Fukushima


Meskipun semua warga Tomoika di Fukishima dievakuasi akibat dari kecelakaan nuklir beberapa waktu yang lalu, serikat nelayan lokal memastikan ikan salmon tidak boleh hilang dari sungai lokal yang ada disana. Kemarin, serikat nelayan bersama dengan karyawan Operator dari Pembankit Listrik Nuklir no.1 TEPCO juga pekerja dari perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan dekontaminasi, melepaskan bibit ikan salmon remaja ke sungai Tomoika Gawa untuk pertama kalinya sejak insiden yang terjadi pada 2011.

Mereka melepaskan sekitar 10.000 ikan salmon muda kedalam air di sungai tersebut, menurut perserikatan nelayan sekitar, mereka merilis sekitar 800.000 bibit ikan salmon muda setiap tahunnya sebelum insiden kecelakaan nuklir terjadi. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 1.600 salmon telah kembali ke sungai tersebut untuk bertelur.

Namun, gempa dan tsunami besar yang dialami Jepang pada 11 maret 2011 menghancurkan dasar sungai tempat dimana telur ikan salmon menetas. Akibat bencana alam tersebut, pelepasan salmon yang rutin dilakukan oleh para nelayan pun juga ikut terhenti.

Salmon muda yang dirilis sebelum bencana terus kembali ke sungai hingga tahun 2014. Namun, jumlah salmon yang kembali diperkirakan menurun. Sebagai tanggapan, serikat nelayan kembali merilis ikan salmon muda sehingga siklus akan terus berkepanjangan.

Saat ini, semua warga Tomioka hidup di kota-kota lain layaknya pengungsi setelah kecelakaan nuklir yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami. Ketika tsunami melanda kota, pemimpin serikat nelayan, Isao Igari, hanyut dan hilang hingga saat ini. Anaknya Kiyomi, saat ini menjabat sebagai pemimpin serikat nelayan. "Ayah saya berharap untuk melepaskan salmon remaja dengan anak-anak”, kata Kiyomi. Ia menambahkan, "Saya melihat ke depan untuk melihat anak-anak kembali ke kota ini dan membuatnya ramai lagi”.

(ADP)