Gunung Shindake di Kuchinoerabu-jima Meletus


Sebuah letusan gunung berapi secara tiba-tiba keluar dari pulau kecil di Jepang selatan Kuchinoerabu-jima, peristiwa tersebut telah memaksa pemerintah untuk menaikkan status peringatan ke tingkat tertinggi dan menyarankan untuk mengevakuasi daerah disekitarnya.

Meskipun tidak ada laporan cedera atau kerusakan, pihak berwenang mempertimbangkan untuk mengevakuasi sekitar 150 warga dari pulau kecil tersebut. Pemerintah Prefektur Kagoshima telah mengirimkan kapal feri ke pulau Kuchinoerabu untuk mengevakuasi warga di sana, selain kapal feri juga terdapat helicopter untuk membatu proses evakuasi ke area Banyagamine yang terletak di bagian barat pulau tersebut.

Gunung Shindake tiba-tiba meletus sekitar pukul 10.00 waktu setempat, mengeluarkan segumpal besar asap hitam ke langit. Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan tingkat lima untuk daerah itu, yakni peringatan tertinggi dalam skala dan menyarankan proses evakuasi segera dilakukan.


Pulau Kuchinoerabu di Prefektur Kagoshima terletak sekitar 15 kilometer di sebelah barat-laut Pulau Yakushima. Gunung Shindake, yang secara mengejutkan meletus pada jumat pagi, adalah salah satu dari beberapa gunung berapi di pulau yang sedang dipantau oleh Badan Meteorologi Jepang. pada letusan sebelumnya yang terjadi antara tahun 1933-1934, delapan orang tewas akibat letusan yang berjangka dari gunung berapi setinggi 626 meter tersebut. Pada tahun 1966, gunung mulai kembali memancarkan abu vulkanik yang naik setinggi 5.000 meter, peristiwa tersebt melemparkan batu-batu besar hingga 3.000 meter ke arah utara dan timur laut dari pulau. Gunung ini telah tenang selama 34 tahun, tapi Agustus lalu gunung memuntahkan batu-batu besar hingga beberapa ratus meter.

Menanggapi peristiwa ini, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga mengatakan pemerintah sedang melakukan upaya maksimal untuk mengumpulkan informasi dan mengamankan keselamatan warga, ia juga menegaskan hal tersebut akan dilakukan hingga tidak ada lagi risiko bagi kehidupan warga di sana.


foto: theextinctionprotocol, beforeitsnews

(ADP)