Layangan Raksasa Jatuh di “Bike Kite” Festival


Layangan raksasa jatuh dari ketinggian 200 meter dan menimpa kerumumanan penonton sekitar tujuh menit setelah diterbangkan, layangan raksasa yang terbuat dari bambu berukuran tinggi 13 meter dan lebar 12 meter ini diterbangkan oleh sekelompok orang di taman Higashiomi untuk festival tahunan “Big Kite” yang diadakan hari minggu (31/5). Layangan berukuran sangat besar itu cukup serius melukai seorang kakek berusia 73 tahun yang hingga hari senin belum sadarkan diri di rumah sakit, tiga orang lainnya termasuk diantaranya seorang anak berusia 7 tahun mengalami cedera ringan, menurut petugas yang berwenang.

Polisi tengah melakukan penyelidikan tentang dugaan kelalaian dalam kasus jatuhnya layangan raksasa tersebut, sebelumnya biro cuaca setempat telah mengeluarkan peringatan akan datangnya angin kuat pada minggu sore. Peristiwa tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi dalam festival serupa di Jepang, dimana layangan raksasa jatuh menimpa penonton hingga terluka, pada tahun 2004 sekitar delapan orang terluka akibat tertimpa layangan seberat satu ton yang jatuh kearah kerumuman penonton di Kanagawa, dekat kota Tokyo.


Jepang merupakan satu dari beberapa Negara yang rutin mengadakan festival laying-layang raksasa, terdapat banyak festival laying-layang di sana. Setiap festival laying-layang yang terdapat di Jepang memiliki sejarah, ukuran, budaya dan fitur sendiri-sendiri, dari beberapa festival yang terdapat di Jepang, diantaranya ada yang sudah berjalan sejak dulu kala. Budaya laying-layang Jepang diserap dari kebudayaan Cina, namun Jepang mengembangkan desain dan budaya mereka yang khas. Mulanya laying-layang digunakan sebagai alat bantu praktis untuk membangun kuil-kuil dimana layangan tersebut membantu mengangkat ubin atau bahan lainnya untuk sampai ke pekerja yang sedang berada di atas.




foto: twitter

(ADP)