Satelit Cuaca Himawari-8 Siap Geser Pendahulunya

Satelit cuaca Geostasioner pertama di dunia yang mampu mengambil gambar berwarna dari luar angkasa, sudah mulai beroperasi untuk pertama kalinya pada selasa (7/7), dan para ilmuan berharap satelit tersebut akan membantu menditeksi dan prakiraan pergerakan angin topan serta hujan badai. Himawari-8 Milik Jepang, diletakkan di orbit geostationary sekitar 36.000 diatas garis khatulistiwa, dapat mengambil 16 jenis gambar yang berbeda. mengungguli pendahulunya Himawari-7 yang hanya dapat menghasilkan 5 Jenis gambar.

Hasil gambar yang dihasilkan juga dalam resolusi tinggi, memungkinkan pengamatan hingga daerah kecil seperti 500m persegi. Seperti yang dijelaskan Badan Meteorologi Jepang, Satelit baru ini menghasilkan sekitar 50 kali volume data dibandingkan dengan output dari Himawari-7. Selain itu, The Himawari-8 dapat mengambil gambar keseluruhan planet - dalam pandangan posisi geostasioner - setiap 10 menit, dibandingkan dengan setiap satu jam untuk model sebelumnya, dan dapat mencakup seluruh Jepang dalam interval 2,5 menit, dibandingkan dengan 30 menit pada satelit sebelumnya.

Gambar ini diambil selama tes uji coba yang dilakukan pada hari senin (6/7) jelas menunjukkan tiga topan selatan dari kepulauan Jepang. Data observasi yang diperoleh oleh Himawari-8 akan didownload melalui situs antena di Prefektur Saitama dan dipindahkan ke pusat data di Itabashi Ward, Tokyo, kemudian akan memproses data tersebut lalu mengirimkannya ke badan meteorologi untuk prakiraan cuaca dan penggunaan lainnya.

Satelit canggih ini memakan biaya pembangunan hingga 85 Triliun Yen. Himawari-8 diluncurkan pada bulan Oktober lalu untuk menggantikan Himawari-7, yang diluncurkan pada 2006 dan masih beroperasi. Satelit yang lebih tua kini akan difungsikan sebagai cadangan sampai Himawari-9 akan diluncurkan di tahun fiscal 2016.

(ADP)